Komitmen Perbaiki Desa Bersama Forum Pertides

Komitmen Perbaiki Desa Bersama Forum Pertides

foto:humas its

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bekerja sama dengan Forum Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides) ikut mengembangkan desa. Hal ini diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang telah dilakukan di Ruang Rapat Pimpinan (Rapim) Gedung Rektorat ITS, Selasa (3/9/2019) malam.

Acara ini langsung dihadiri langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Sekjen Kemendesa PDTT) Anwar Sanusi, Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu Kemendesa Ir Aisyah Gamawati MM, Humas Kemendesa PDTT Dr Boni Vasius Prasetya SSi MEng, dan jajaran pimpinan Ditjen Kemendesa PDTT.

Pada kesempatan tersebut, Anwar Sanusi mengatakan, ITS merupakan kampus ke-90 yang bergabung dengan Forum Pertides ini. Forum Pertides juga memfasilitasi mahasiswa untuk melakukan kuliah kerja nyata (KKN) secara tematik. “Dengan begitu mahasiswa dapat langsung hadir dalam sebuah desa dan mempraktikan ilmu dan riset yang dia miliki untuk mengembangkan sebuah desa,” terang Anwar.

Dijelaskan Anwar, desa sendiri memiliki pembagian berdasarkan keadaan desa saat ini. Di antaranya desa sangat tertinggal, tertinggal, berkembang, maju, dan mandiri. Tujuan Forum Pertides tahun ini yakni mewujudkan 5.000 desa mandiri. “Target nasional sendiri yakni sebanyak 10.000 desa mandiri,” tandas Anwar.

Anwar mengungkapkan, perguruan tinggi merupakan partner yang efektif. Dengan hadirnya perguruang tinggi, pelaksanaan misi Pertides akan mampu berjalan dengan baik. Selain itu, perguruan tinggi juga akan mampu mengenalkan riset mereka. “Tentunya akan lebih mudah mengembangkan desa melalui pendekatan ilmu pengetahuan teknologi,” ujar Anwar.

Menurut Anwar, hadirnya perguruan tinggi juga membantu Ditjen Kemendesa PDTT untuk mengeksekusi langsung desa yang terdampak. Perguruan tinggi juga akan membantu dengan kecakapan data informasi dan kajian yang komprehensif untuk mengembangkan sebuah desa. “Sehingga dana desa yang turun dapat dieksekusi dan diolah dengan baik,” imbuh Anwar.

Anwar mengingatkan, jika desa mampu dikelola dengan baik, maka kabupaten pun dapat menjadi baik. Jika kabupatennya mandiri maka provinsinya juga dapat berkembang. Tentunya jika kualitas provinsi menjadi lebih baik, Indonesia akan mampu berkembang. “Harapannya, nanti satu desa memiliki satu produk yang dapat dikembangkan,” pungkasnya.

Sementara itu, menurut Wakil Rektor IV ITS Bidang Inovasi, Kerjasama dan Hubungan Internasional Bambang Pramujati ST MSc PhD, tentunya dengan adanya MoU ini ITS memiliki keuntungan karena dapat menyalurkan mahasiswanya untuk langsung terjun ke desa. Selain itu, penelitian dan riset yang dimiliki ITS dapat memberikan nilai tambah dalam MoU dengan Forum Pertides ini.

“Dalam hal ini, ITS akan mampu mengembangkan riset dan mengerahkan SDM-nya untuk membantu perkembangan desa di Indonesia, khususnya di daerah-daerah terluar yang dibatasi oleh laut,” tutur mantan Kepala Departemen Teknik Mesin ITS ini. (wh)

Berikan komentar disini