Kloter 2 CJH Surabaya 100 Persen Sehat

 

Kloter 2 CJH Surabaya 100 Persen Sehat

Mewaspadai penyebaran penyakit menular, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Surabaya memastikan kloter dua Calon Jamaah Haji (CJH) rencananya bertolak ke Madinah Selasa (2/9/2014), seratus persen sehat.

Kepala Bidang Pemberangkatan Haji dan Umroh Jawa Timur HM. Maskur menegaskan sebanyak 450 CJHkloter 2 tersebut telah dilakukan cek kesehatan dan dinyatakan siap untuk berangkat ke Tanah Suci Makkah.

“Alhamdulillah, kloter 2 seratus persen sehat. Mereka juga sudah siap dalam segala hal. Namun kami saat ini tetap melakukan pengecekan jika ditemukan jamaah yang sedang sakit kepala atau sakit lainnya,” jelasnya saat ditemui enciety.co di Asrama Haji Surabaya, Senin (1/9/2014).

Meski demikian, dokter pendamping kloter 2 Surabaya dari Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), dr Ernes Mahardini terus membekali para CJH agar tetap waspada terhadap penularan penyakit.

“Di sana itu kita akan bertemu jutaan orang dari berbagai negara. Hal ini rentan terhadap penularan beberapa jenis penyakit yang berbahaya,” ujarnya.

Ernes juga merinci terdapat sejumlah jenis penyakit yang bisa menular kepada para jamaah. Mulai dari influenza jenis H1N1 (flu babi), H5N1 (flu burung), dan flu burung jenis baru H7N9.

“Penyebaran penyakit ini berasal dari Kanada, Italia, Meksiko, Belanda, Inggris, Amerika Serikat, dan untuk H7N9 terjadi di China,” bebernya.

Untuk itu, Ernes terus berpesan agar para CJH tidak lupa untuk membawa masker, cuci tangan, dan tetap waspada saat melakukan interaksi dengan jamaah lainnya.

“Apalagi sekarang sedang marak penyakit ebola. Penyakit ini bisa menular jika terjadi kontak langsung cairan tubuh melalui keringat, darah, air liur, dan batuk atau bersin-bersin,” ingatnya.

Selain itu, beberapa penyakit lain yang perlu diwaspadai CJH adalah meningitis, dan mers-CoV, yakni pernafasan akut yang disebabkan virus corona.

“Kalau terjangkit penyakit seperti yang saya sebutkan tadi, gejalanya akan timbul 21 hari berikutnya. Jadi bisa dimungkinkan setelah kepulangan dari tanah suci jamaah Haji bisa tertular,” katanya. (wh)