Klasterisasi Pelabuhan Tanjung Perak Belum Optimal

 

Klasterisasi Pelabuhan Tanjung Perak Belum Optimal

Program klasterisasi atau pengelompokkan komoditi di Pelabuhan Tanjung Perak sejauh ini belum optimal. PT Pelabuhan Indonesia III Cabang Tanjung Perak mengakui ada dua kendala belum optimalnya program tersebut. Yakni, disebabkan throughput (volume barang) yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Perak melebihi kapasitas yang ada. Sehingga terjadi fleksibelitas kegiatan bongkar muat semua Pelabuhan Tanjung Perak.

“Volume barang yang masuk Tanjung Perak jauh lebih besar dibanding infrastruktur yang ada. Hal ini yang menyebabkan kesulitan melakukan penataan atau pengelompokkan barang,” ungkap Deputy General Manager Pelindo III Cabang Tanjung Perak, Bambang Hasbullah, Senin (21/7/2014).

Pengelompokkan komoditi itu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing pelabuhan. Seperti Jamrud Utara hanya untuk general cargo dan curah kering internasional. Sedangkan curah kering dan general cargo domestik ditempatkan di Jamrud Barat dan selatan.

Sedangkan Terminal Berlian digunakan hanya untuk petikemas domestik dan Mirah difokuskan untuk general cargo. “Tetapi bagaimana bila ada lima kapal curah kering internasional. Apakah semuanya akan ditampung di Jamrud Utara. Itu juga tidak mungkin karena kapasitas hanya bisa maksimal dua kapal,” urai Bambang.

Hal ini yang mendorong operator jasa pelabuhan itu mengalihkan ke terminal lain. “Semisal ke terminal Berlian yang memungkinkan untuk bongkar curah kering internasional. Inilah alasan mengapa klasterisasi belum berjalan,” ungkap Bambang.

Bambang menampik bila klasterisasi yang digagas Juli 2013 itu tidak berjalan. Program tersebut sudah berjalan on track, tetapi implementasinya belum optimal, karena throughput belum optimal.

Meski demikian, Pelindo III Tanjung Perak sudah menyusun program jangka panjang hingga 2018. Investasi tahun ini yang sudah disiapkan dengan memerkuat landasan dermaga, meninggi elevasi, dan rencana penghapusan lima gudang. Hanya saja Bambang belum menyampaikan nilai investasi yang disiapkan Tanjung Perak.

Humas Pelindo III Tanjung Perak Dhany Rachmat Agustian menyebutkan, rencana penghapusan gudang ini untuk memberi keselamatan kepada aktivitas bongkar muat. “Posisi gudang eksisting berjarak 15 meter, dan nantinya harus lebih jauh agar lebih aman dari aktivitas,” terangnya. (wh)