Klaim Lambat, BPJS Jatim Salahkan Entry Data Rumah Sakit

Klaim Lambat, BPJS Jatim Salahkan Entry Data Rumah Sakit

Lambatnya pencairan dana klaim oleh Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Jatim pada rumah sakit yang sempat mencuat ditanggapi dingin oleh lembaga yang telah berubah nama dari PT Askes. Pasalnya, mereka mengelak kalau lambatnya pencairan klaim disebabkan bukan karena liquiditas, melainkan lambatnya proses verifikasi data di rumah sakit.

“Itu disebabkan karena rumah sakit belum mengirimkan tagihan ke BPJS Kesehatan, atau bisa jadi entry data di rumah sakit belum selesai,” ungkap Kepala Departemen Manajemen Pelayanan Kesehatan Indrina Darmayanti Indriana.

Menurut dia, ada beberapa faktor yang menyebabkan rumah sakit tidak kunjung menyerahkan tagihan. Yang pertama adalah dimungkinkan rumah sakit belum merampungkan proses entri data seperti diagnosa primer dan sekunder, lalu belum didapatkannya nomor register rumah sakit untuk mendownolad sofwate inasibicis, dan nilai tagihan dari software belum keluar.

“Karena setelah semua proses tersebut selesai pihak rumah sakit baru bisa menyerahkan tagihan ke BPJS Kesehatan dan kami varifikasi dan clain keluar,” jelas Indriana.

Proses pencairan dana claim ini dikatakan Indriana akan keluar maksimal dalam waktu 15 hari setelah berkas diserahkan. Akan tetapi Indriana menegaskan bahwa pihak rumah sakit dalam mengajukan uang muka pada BPJS Kesehatan jika semua verifikasi sudah dilakukan. Besar uang muka ini bisa diambil sebesar 50 persen jika memang pihak rumah sakit membutuhkan uang pengganti.

BPJS Kesehatan mengaku bahwa pihaknya tidak kekurangan dana untuk mengganti claim. Karena Kementrian Kesehatan telah mengalokasikan dana yang cukup untuk mengganti tagihan claim rumah sakit.

Hingga sekarang, dari 181 rumah sakit yang mendaftar baru 25 rumah sakit yang sudah diverifikasi dan sedang proses tanda tangan di rumah sakit. Dan 18 rumah sakit belum ditagihkan ke BPJS Kesehatan, termasuk Rumah Sakit dr Soetomo.

Untuk rumah sakit tipe A seperti Rumah Sakit dr Soetomo besar claim yang ditagihkan diperkirakan sebesar Rp 50 miliar. Sedangkan untuk rumah sakit tipe B seperti RS Haji dan RS Soewandhie biaya tagihan sebesar Rp 20 miliar. (wh)