KKP Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Angin dan Matahari

KKP Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Angin dan Matahari

 

Kali pertama, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerapkan teknologi pembangkit listrik tenaga hibrid dengan mensinergikan energi angin dan matahari di Pantai Pandansimo, Bantul, Yogyakarta.

Upaya ini dilakukan melalui Pusat Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi Kelautan dan Perikanan (P3TKP), Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP) bekerja sama LAPAN, RISTEK, dan PEMDA Bantul.

“Setelah berhasil menerapkan energi surya di beberapa pulau, kini KKP menyiapkan energi angin dan matahari untuk diterapkan di pulau terluar. Penerapan teknologi itu adalah bagian dari upaya untuk memperdayakan pulau-pulau kecil dan pulau terluar,” papar Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi Anang Noegroho, Senin (3/3/2014).

Melalui program implementasi energi hibrida dan ice maker di kampung nelayan, pihak LAPAN dan RISTEK berkontribusi mempersiapkan jaringan listrik hibrida wind energy dan solar cell dengan total kapasitas ± 100 kWh. Pihak Balitbang KP dalam hal ini P3TKP berkewajiban memberikan kontribusi penyediaan ice maker dengan kapasitas 500kg/hr dengan low power di bawah 2250 watt. Sedangkan pihak Pemda Bantul mempersiapkan sarana dan prasarana penunjang seperti infrastruktur bangunan ice maker dan akses jalan.

Penerapan teknologi terbarukan seperti teknologi hibrid sangat diperlukan di Indonesia. Mengingat luas wilayah dengan sebaran pulau yang sangat banyak, sangat membutuhkan teknologi yang sumbernya tidak jauh dari pulau seperti energi hibrid. Apalagi, banyak manfaat yang dirasakan masyarakat pulau. Diantaranya, sebagai sumber energi untuk pembuatan es, sebagai penunjang perekonomian wisata pantai dan sebagai power untuk sirkulasi air di kolam aquaponik.

Energi hibrid juga sebagai sumber penerangan di Pantai Pandansimo. Bahkan kini dampaknya sudah dirasakan masyarakat nelayan, seperti dapat meningkatkan kualitas ikan hasil tangkapan bagi nelayan dan meningkatkan sumber pendapatan bagi usaha usaha kecil di sekitar lokasi. Teknologi ini juga mampu mendukung peningkatan hasil budidaya ikan untuk petani tambak serta meningkatkan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi pantai, seperti pengembangan desa wisata di Pantai Pandansimo.

Dikatakannya, melalui program memasyarakatkan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna (IPTEKMAS), Balitbang KP, KKP terus melakukan berbagai inovasi untuk mendukung program pengentasan kemiskinan pada masyarakat pesisir dan nelayan. Bahkan sejak tahun 2011 dan tahun 2012 Balibang KP melalui kegiatan IPTEKMAS telah membangun PLTS (Pembangkit listrik tenaga surya) 10 KW, serta membangun Kolam Aquaponik sebanyak 30 kolam untuk mendukung budidaya ikan di Yogyakarta.

Tahun 2012 , KKP telah membangun PLTS 2 KW yang mampu mendukung penambahan produksi Ice Maker sebesar 300 Kg tiap hari. Dengan penambahan energi hibrid, dalam 1 hari dapat menghasilkan 1000 kg es balok untuk mengawetkan ikan dan berupa es kristal.(kmf/wh)