Kitakyushu Ajak Surabaya Kerjasama Kelola Sampah dan Air

Yukiohiko Ajak Kerjasama Surabaya Kelola Sampah dan Air
Tri Rismaharini menerima Ketua DPRD Kitakyushu (dua dari kiri) dan Wawali Kitakyushu (tiga dari kiri).

Pemerintahan Kota Kitakyushu, Jepang siap bekerjasama dengan Pemkot Surabaya dalam hal pengelolaan sampah dan air. Penegasan itu disampaikan Ketua DPRD Yukihiko Mihara dan Wakil Wali Kota Kazuhide Umemoto.

Ketua DPRD Yukihiko Mihara juga memberi pujian atas keindahan taman di Surabaya. Menurutnya, salah satu keunggulan ibu kota Provinsi Jatim ini terletak pada banyaknya taman dan zona hijau yang modelnya sangat variatif.

“Sejak saya datang, saya melihat taman-taman di sini sangat indah,” ujar Mihara saat diterima Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Balai Kota, Kamis (19/12).

Wakil Wali Kota Kazuhide Umemoto menambahkan, kerjasama green sister city antara Surabaya dengan Kitakyushu selama ini memang tidak hanya bicara masalah sampah. Pihaknya juga siap mendukung Surabaya dalam hal pengelolaan air.

Sebagaimana diketahui, kota yang terletak di Perfektur Fukuoka itu berhasil merevitalisasi Sungai Murasaki yang dulunya terkontaminasi bahan kimia pabrik, kini menjadi sungai dengan air yang jernih.

Pembangunan berwawasan lingkungan di Surabaya selama ini mendapat apresiasi dari delegasi Kota Kitakyushu, Jepang. Rombongan yang dipimpin Ketua DPRD Kitakyushu, Yukihiko Mihara serta Wakil Wali Kota Kazuhide Umemoto tersebut terkesan setelah melakukan kunjungan langsung ke beberapa lokasi di Kota Pahlawan.

Delegasi Kitakyushu yang berada di Surabaya mulai 17-19 Desember 2013. Selama tiga hari, mereka meninjau sejumlah lokasi seperti antaranya, TPA Benowo, Tugu Pahlawan, Super Depo Sutorejo, Kampung Jambangan,  dan kawasan pabrik SIER.

Rombongan Kitakyushu juga diikuti kalangan pebisnis dan investor. Setidaknya ada 40 perwakilan perusahaan asal Negeri Sakura yang ikut dalam kunjungan ke Surabaya. Tujuannya, melihat perkembangan program pengelolaan lingkungan yang dilakukan Pemkot Surabaya. Ada pula yang ingin memantau proyeknya sendiri, seperti Nishihara Corporation yang terlibat kerjasama dengan pemkot untuk urusan pembangunan Superdepo Sutorejo.

Sementara, Wali Kota Tri Rismaharini mengatakan, kerjasama dengan Kota Kitakyushu selama ini memberi dampak positif bagi warga Surabaya. Salah satu contohnya, sejak menjalankan program pembangunan berwawasan lingkungan, sampah yang masuk ke TPA menurun dari tahun ke tahun.

“Kota juga menjadi lebih indah karena pemanfaatan kompos dari sampah digunakan untuk memupuk tanaman,” terang Risma.

Disebutkan, Kitakyushu memang sebuah kota yang sudah sangat maju. Terutama dalam bidang teknologi ramah lingkungan. Untuk itu Surabaya sebagai kota yang juga berwawasan lingkungan sangat antusias terhadap kerjasama tersebut.

Dalam pertemuan itu, pihak Kitakyushu juga mengungkapkan niatan untuk membangun fasilitas pengelolaan sampah baru. Rencana, sarana tersebut memiliki daya tampung 150 ton per hari, menyerap 200 tenaga kerja, dan mengurangi sampah hingga 80 persen.

Terkait tawaran ini, Risma menegaskan jika hal itu akan dibahas lebih lanjut dan menentukan lahan yang tepat agar fasilitas tersebut bisa berjalan efektif. Kabag Kerjasama Pemkot Ifron Hady Susanto menuturkan kerjasama antar kedua kota sudah terjalin sejak 1999. Kendati begitu, hasilnya masih belum terlalu signifikan. Kemudian, baik Surabaya maupun Kitakyushu mendorong kerjasama fokus pada satu bidang, yakni lingkungan. Selang beberapa tahun, hasilnya mulai bisa dirasakan sampai sekarang.

“Pada November 2012 lalu, lahirlah MoU Green Sister City sebagai salah satu penanda komitmen kedua kota di bidang lingkungan,” pungkasnya.(wh)