Kisruh Wall’s Day, SKPD Surabaya Dikerahkan Pulihkan Taman Kota

 

Kisruh Wall’s Day, SKPD Surabaya Dikerahkan Pulihkan Taman Kota

Wall’s Ice Cream Day menyisakan Taman Bungkul dan taman kota di jalur hijau Raya Darmo hancur berantakan. Acara bagi-bagi gratis 10 ribu es krim itu pun membuat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini murka. Untuk memulihkannya, puluhan petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) dikerahkan.

Namun tak hanya DKP yang sibuk melakukan inventarisir tanaman yang rusak akibat diinjak-injak. Pemkot Surabaya juga mengerahkan puluhan anggota SKPD lainnya untuk membantu, Minggu (11/5/2014).

Mengenakan atasan berwarna peach, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Chandra Oratmangun tampak mengawasi alat berat yang bekerja mengolah tanah di median jalan. Meski ia tak bertugas di DKP, perempuan berkacamata itu turun langsung di lapangan.

“Sudah biasa begini ini, semua turun langsung membantu. Gotong royong nggak perlu disuruh, inisiatif sendiri,” selorohnya sambil mengamati anak buahnya. Chandra mengaku membawa 40 orang pasukannya untuk turut membersihkan jalur hijau yang rusak.

Begitu pula dengan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Widodo Suryantoro. Meski bidang kerjanya tak berkaitan dengan tanaman, Widodo mengatakan selalu siap begitu alat komunikasinya berbunyi. “Semua harus siap. Saya bawa 20 orang. Pokoknya support teman-teman yang di lapangan, bantu bersih-bersih,” ujarnya.

DKP menerjunkan tiga buah mobil pompa air untuk melakukan penyiraman. Petugas yang dilengkapi perlengkapan perawatan taman seperti cangkul, gunting tanaman, dan lainnya melakukan perawatan di sepanjang Jl. Raya Darmo mulai dari traffic light KBS, hingga perempatan Jl. Raya Darmo.

Petugas DKP yang diterjunkan juga tampak mencoba melakukan beberapa perawatan tanaman yang masih hidup dengan penataan ulang. Alat berat dari Dinas PU diterjunkan untuk mengeruk tanah yang tanamannya telanjur rusak, kemudian diratakan seusai disiram. Sementara yang lain bersiaga menunggu komando menanam tanaman baru yang diangkut secara berkala dari markas DKP.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang langsung terjun ke lokasi terlihat ikut mencangkul dan memungut tanaman yang rusak untuk dipinggirkan. Ditemui wartawan, Risma tak henti-hentinya mengungkapkan betapa susahnya membuat taman kota di jalur hijau itu.

Ia mengatakan, pertama kali dirinya membuat taman di tengah median jalan sejak menjabat menjadi Kepala DKP tahun 2003. Bahkan, kepala DKP sebelum dirinya merasakan kesulitan yang sama. “Dulu saya nanamnya susah, saya berusaha agar tidak memakan sari tumbuhan lain. Sekarang hancur begini. Ya Allah,” ujar Risma dengan nada pelan.

Diberitakan sebelumnya, taman kota sepanjang satu kilometer yang berada di Jl. Raya Darmo rusak parah karena diinjak-injak warga yang ingin mendapatkan ice cream gratis di Taman Bungkul. Kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.(wh)