Kisah Nurmayanti, Jatuh Bangun Besarkan Arpa Home Creative

Kisah Nurmayanti, Jatuh Bangun Besarkan Arpa Home Creative

Nurmayati, Owner Arpa Home Creative saat memamerkan produk Jooy Catering By Bangkit Numa karyanya saat ditemui Enciety.co, Kamis (16/3/2017).

Jalan sukses tidak gampang. Jalan berliku harus ditempuh. Itulah yang dirasakan Nurmayanti (55) owner Arpa Home Creative.  Membangun usaha dari nol,  ibu tangguh ini mampu menyekolahkan anaknya hingga pendirikan  tinggi. Tiga dari empat anaknya sudah menggondol gelar sarjana.

Ibu rumah tangga ini, merintis usaha mulai tahun 2011. “Ceritanya, pada tahun 2010 akhir, suami saya pensiun dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Saat itu, anak-anak saya masih bersekolah dan masih butuh banyak biaya. Karena dengan hanya pemasukan yang didapat dari dana pensiun suami tidak cukup, Lantas, untuk dapat mencukupi kebutuhan tiap bulan saya memutuskan untuk membuka warung kopi (Warkop) didaerah Gayungan,” papar dia saat ditemui Enciety.Co di rumah yang sekaligus menjadi dapur produksinya di Jalan Gayungan 1b Surabaya, Kamis (16/3/2017).

Selain membuka warung kopi, Nurmayanti juga menjual nasi bungkus di warkop miliknya tersebut. Dia mengaku, jika saat itu, saban hari nasi bungkus yang dirinya jajahkan di warkop ludes terjual. “Berapa pun saya menjajahkan nasi bungkus, tiap hari mesti habis. Hingga suatu saat, dari promosi mulut ke mulut, saya mendapatkan kesempatan pesanan untuk membuat 50 buah nasi bungkus,” ujar dia mengenang.

Usaha kuliner Nurmayanti terus berkembang. Pesanan nasi bungkus, kini meningkat menjadi nasi kotak dan jumlahnya terus bertambah. Namun, Nurmayanti tidak cepat puas. Dia terus mengasah kemampuannya dengan ikut berbagai kursus kuliner. “Diantaranya, saya pernah ikut kursus kuliner di SMK Negeri 6 Surabaya,” terangnya.

Tepat akhir tahun 2011, Nurmayanti mendapatkan informasi dari seorang kawan tentang gerakan pemberdayaan masyarakat Pahlawan Ekonomi yang digagas oleh Pemerintah Kota Surabaya. “Mulai akhir tahun 2011, akhirnya saya memutuskan untuk aktif dan ikut pelatihan Pahlawan Ekonomi yang saat itu masih diadakan di Grosir Kapas Krampung (GKK) yang masih berada di kawasan Kaza City, Jalan Kapas Krampung Surabaya,” terangnya.

Benar saja, setelah ikut pelatihan Pahlawan Ekonomi, Nurmayanti dapat menciptakan berbagai menu kuliner. Diantaranya, adalah menu nasi bakar, nasi uduk khas surabaya, nasi kuning, nasi tumpeng, nasi kotak dan menu inovatif nasi tumpeng mini (tumini). Selain itu, dirinya juga dapat menciptakan beberapa menu jajanan modern hingga jajanan khas nusantara. Di antaranya, menu empek-empek, jelly cake dan lain sebagainya.

“Terkadang, saking banyaknya resep yang dapat saya ciptakan, saya sering kewalahan memenuhi permintaan pesanan dari pelanggan. Hingga akhirnya saya mendapat saran dari para mentor Pahlawan Ekonomi, untuk dapat fokus mengembangkan satu produk. Lantas, akhirnya saya memutuskan untuk mengembangkan produk nasi tumpeng, nasi kuning dan tumini,” ujar Nurmayanti.