ITS Kirim Tim Spektronics Berlaga di Australia

ITS Kirim Tim Spektronics Berlaga di Australia

Ketua Tim Abdul Karim menerima mobil Spektronics dari Rektor ITS Surabaya Prof Joni Hermana sebagai simbolis pelepasan tim

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali mengirimkan tim mahasiswanya untuk berlaga di ajang internasional. Kali ini adalah Tim Spektronics ITS yang akan berlaga di ajang Chemeca yang diselenggarakan oleh Adelaide University, Australia, pada 25-28 September mendatang. Secara resmi, tim andalan ITS ini dilepas langsung oleh Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MScES PhD, di Rektorat ITS, Jumat (16/9/2016).

Tim Spektronics yang merupakan tim chem-e-car pertama di Indonesia  ini akan mengikutsertakan dua mobil di ajang tersebut. Yakni mobil Spektronics 11 dan Spektronics 12. Tiap tahun, mobil yang harus diikutsertakan dalam lomba harus berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tim Spektronics ITS sendiri telah berpartisipasi dalam kompetisi mobil chem-e-car ini sejak tahun 2010 lalu. Hingga saat ini, tim Spektronics ITS masih eksis dalam berkarya dan telah melahirkan total 12 mobil chem-e-car.

Manajer Tim Spektronics, Abdul Karim Amarullah, menjelaskan bahwa Chemeca merupakan salah satu kompetisi yang menantang pesertanya untuk merancang prototipe mobil berbahan bakar reaksi kimia. Dalam kompetisi tersebut, kecepatan dan daya tempuh bahan bakar tidak menjadi penilaian utama.

“Tapi mereka menguji bagaimana kami mengontrol reaksi kimia untuk menempuh jarak tertentu dengan beban mobil tertentu pula,” ujar mahasiswa jurusan Teknik Kimia ini.

Tim yang terdiri atas mahasiswa jurusan Teknik Kimia, Teknik Industri, dan Desain Produk ini berharap bisa unggul dengan kedua mobil yang diusungnya tersebut. Abdul menegaskan bahwa keduanya memiliki spesifikasi yang berbeda.

Spektronics 11 unggul dengan mengusung konsep bahan bakar alumunium air battery yang menggunakan mekanisme stopping hidrogen peroksida dengan katalis besi (III) klorida.

“Keunggulannya karena bahan bakarnya oksigen, sehingga tidak perlu repot mencari karena tersedia di alam. Selain itu, reaksinya tergolong sangat stabil dan memiliki tingkat keakuratan yang tinggi,” jelasnya di hadapan awak media.