Efek BPJS, Kimia Farma Raup Rp 50 M per Tahun

Efek BPJS, Kimia Farma Raup Rp 50 M per TahunBila skenario Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berjalan baik, PT Kimia Farma (Persero) sangat diuntungkan. BUMN produsen obat-obatan tersebut bisa mendapatkan tambahan keuntungan sebesar Rp 50 miliar per tahun.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama KF Rusdi Rosman usai rapat pimpinan BUMN di kantornya, Jakarta, Kamis (9/1/2014).

Rusdi menjelaskan, tambahan keuntungan tersebut bisa didapat dari lonjakan penjualan obat generik yang selama ini memang jadi andalan Kimia Farma.

Tahun 2014, BUMN tersebut menargetkan pendapatan dari penjualan obat generik sebesar Rp 800 miliar, naik ketimbang realisasi tahun lalu sebesar Rp 350 miliar.

Saat ini ada 240 industri farmasi yang memperebutkan pasar Rp 12 triliun.

Kimia Farma juga akan memperluas jaringan klinik dan apoteknya di seluruh Indonesia. Tahun ini, perseroan menargetkan penambahan 100-150 klinik kesehatan.

“Saat ini kita memiliki 200 klinik yang terbagi antara PPK1 itu yang seperti puskesmas dan PPK2 itu yang klinik tapi ada praktek dokternya,” katanya. (mer/bh)