Kiat Berbisnis Abon Udang Ala Warga Tegalsari

Kiat Berbisnis Abon Udang Ala Warga Tegalsari
Ratusan ibu-ibu di Kecamatan Tegalsari saat mengikuti pelatihan Pahlawan Ekonomi cara membuat abon udang di Kantor Kelurahan Keputran Surabaya, Rabu (26/11/2014). avit hidayat/enciety.co

Memanfaatkan potensi bisnis kuliner yang menggiurkan di Surabaya membuat ratusan ibu-ibu di Kecamatan Tegalsari tergerak untuk membuat abon udang. Selain caranya yang mudah, di Surabaya potensi pasar abon udang sangat menggiurkan.

Dijelaskan Instruktur Pelatihan Pahlawan Ekonomi dari Surabaya Hotel School (SHS), Christine, cara membuat abon udang pun sangat mudah. Untuk itu, ibu-ibu diharapkan bisa memanfaatkan kemudahan ini untuk mengisi waktu senggang dengan cara berbisnis abon udang.

“Bahannya juga mudah didapatkan. Cukup siapkan daging udang yang sudah dikupas dari sebelumnya. Udang kemudian dikeringkan lalu disuwir-suwir dan dicampur bumbu. Antara lain bawang merah, bawang putih, bubuk ketumbar, daun salam, lengkuas, sereh, gula pasir, asam jawa, dan santan kental,” jelasnya kepada ibu-ibu, Rabu (26/11/2014).

Christine sendiri menilai, dengan membuat udang menjadi abon, maka rasa dan baunya bisa bertahan lebih lama dibanding pengolahan dengan cara digoreng. Ini membuat pemasaran akan lebih mudah. Dengan dibuat menjadi abon, udang juga memiliki rendemen 60 persen dari bahan baku pokok.

“Rasanya juga dipercaya lebih enak dengan protein yang masih tinggi. Proses pembuatan memang membutuhkan waktu tapi itu tidak akan lama. Ibu-ibu bisa memanfaatkan waktu senggang di rumah untuk membuat abon,” ujarnya.

Salah satu peserta pelatihan seperti Siti Nurbaya yang mengaku tertarik untuk berbisnis abon udang. Diakuinya harga udang saat ini juga sangat terjangkau, dengan sedikit kerja keras maka harga udang bisa lebih mahal setelah jadi abon.

“Rencananya mau coba-coba dulu, kalau sudah mahir baru nanti bikin dengan jumlah besar. Kalau sekarang lihat pasar dulu, berapa harganya yang cocok untuk dijual agar laris,” akunya. (wh)