Khofifah Rekom Daerah Belajar Tangani Eks Lokalisasi ke Surabaya

Khofifah Rekom Daerah Belajar Tangani Eks Lokalisasi ke Surabaya

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa melihat dan memborong produk UKM di Dolly dai nurhartanto/enciety.con Jarak, Kamis (2/6/2016). foto:sandh

Keberhasilan Pemerintah kota (Pemkot) Surabaya yang menutup dan memberdayakan warga di bekas lokalisasi terbesar di Asia Tenggara, yaitu Dolly dan Jarak, membuat Khofifah Indar Parawansa meminta kepada kabupaten dan kota lain untuk belajar di kota Pahlawan.

Penegasan tersebut disampaikan Menteri Sosial usai mengunjungi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang berada di Dolly dan Jarak, Kamis (2/6/2016) siang. “Apa yang sudah dilakukan oleh warga yang terdampak langsung disini (Dolly dan Jarak red) jadi referensi bagi kami untuk mencari format. Di bekas lokalisasi sini malah menjadi sumber perekonomian yang sangat bagus. Saya minta semua daerah untuk belajar disini dan pemerintah daerah sini mau mengirimkan utusannya untuk mengajari daerah atau kota lain,” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa yang memborong produk UKM disana mulai dari batik, sandal dan sepatu serta makanan ringan.

Ia menyampaikan, Jawa Timur yang dulu dikenal sebagai pusat lokalisasi sekarang sudah bisa ditutup. Untuk lolalisasi Jawa Timur yang ditutup tidak hanya Surabaya saja, juga ada Banyuwangi, Mojokerto yang baru tutup pada 29 Mei lalu, dan kini disiapkan untuk kabupaten Ponorogo.

Diakuinya, kini ada 69 titik lokalisasi yang tersebar di Indonesia. Pihaknya masih mencari format untuk penutupan lokalisasi lain. “Tidak hanya ditutup tapi saya minta agar bisa seperti di sini (Dolly dan Jarak red) yang bisa dibuatkan sebagai tempat opsi ekonomi dan sosial,” ujarnya.

Khusus untuk lokalisasi yang ada di Kalimantan Timur (Kaltim) nantinya akan ada tim yang diutus kesini dan tim dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang diminta kesana untuk menularkan ilmu.

Di Kaltim sendiri ada 22 titik lokalisasi yang ditutup serentak. Sekarang, lokalisasi tertinggi ada di kabupaten Jawa Barat (Jabar) yang mencapai 11 titik lokalisasi, Kalimantan Tengah (Kalteng) 10 titik lokalisasi, Kepulauan Riau (Kepri) 10 titik lokalisasi dan Riau 9 titik lokalisasi. “Pemerintah mentargetkan bulan Desember 2016 semua lokalisasi di Indonesia ditutup,” lanjutnya.

Khofifah juga merinci, setiap PSK akan mendapatkan bantuan Rp 5 juta 50 ribu yang diambilkan dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Namun dirinya berharap yang kini lebih dipentingkan adalah kelanjutan para PSK, warga bekas lokalisasi.

“Dana yang terbesar dari APBN. Juga ada dari APBD tingkat I dan II. Yang terpenting adalah pasca penutupan untuk ekonomi. Khusus bagi rumah yang tidak layak huni maka ajukan,” tukasnya.

Camat Sawahan M Yunus mengatakan untuk warga pemilik wisma di dolly dan Jarak silakan mengajukan ke pihak Pemkot Surabaya bila tanah dan bangunannya mau dijual. Ia mengakui hingga kini ada 5 hingga 6 bangunan yang telah ditawarkan ke Pemkot Surabaya untuk ditawarkan. Dan kini sudah ada 4 bangunan yang telah dibeli pihak Pemkot Surabaya.

Untuk dana dari Kemensos bagi pelaku UKM di bekas lokalisasi, Yunus mengakui bila pihaknya sudah lama mengajukannya ke Dinas Sosial. “Alhamdulillah sekarang sudah cair. Total dana yang cair mencapai Rp 160 juta untuk dibagi 8 kelompok. Perkelompok ada 10 orang jadi satu orang dapat Rp 2 juta bantuannya,” kata Yunus. (wh)