Khofifah Kecam Temuan Beras Raskin Rusak di Surabaya

Khofifah Kecam Temuan Beras Raskin di Surabaya

Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi UKM di Dolly dan Jarak, Kamis (2/6/2016). Foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Ditemukannya beras untuk warga miskin (raskin) yang kurang bermutu membuat Menteri Sosial angkat bicara. Menurut Khofifah Indar Parawansa, sebaiknya beras tersebut bisa ditukarkan langsung kepada perum Bulog yang menyediakan bahan makanan pokok tersebut.

“Tolong kembalikan langsung ke Bulog agar ada tindakan penanganannya bila diterimanya 1 x 24 jam diketahui ada yang rusak. Juga agar diketahui bagaimana beras tersebut kualitasnya menurun,” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa kepada awak media usai mengunjungi UKM di Dolly dan Jarak, Kamis (2/6/2016).

Menurut Khofifah, pihaknya juga telah meminta bantuan kepada pihak media untuk dapat merandom keluhan dari warga tersebut. Selain itu, dirinya meminta agar pengawasan di tingkat kabupaten dan daerah untuk semakin ditingkatkan.

“Bila gak ada penanganan laporkan ke pihak kepolisian. Saya pernah checking bulan Februari lalu dengan mendatangi langsung baik di gudang Bulog, juga penerima di rumah tangga agar menemui sasaran. Carilah dimana titik itu yang gak baik agar ada perbaikan,” tuturnya.

Seperti diberitakan, ada 255 kilogram beras raskin yang didapatkan langsung dari Bulog pada Selasa (31/5/2016) lalu yang langsung dikembalikan lagi oleh warga ke pengurus rukun tetangga atau RT di daerah Jalan Gubeng Jaya Langgar Surabaya.

Pengembalian beras untuk warga miskin ini dilakukan lantaran kondisi beras sudah tidak layak konsumsi. Kotor, banyak terdapat kutu beras serta banyak gabah di dalam karung beras seberat 15 kilogram tersebut.

Anik Handayani, salah satu warga penerima beras raskin jelek, sangat kecewa dengan adanya beras raskin yang tak layak dimakan tersebut. Ketika berada di rumah ketua RT, para  warga miskin tersebut yang menerima beras miskin ini langsung mengembalikan satu sak beras seberat 15 kilogram.

Ketua RT Gubeng Jaya Langgar, Budi Sejati mengatakan, telah menerima karung beras dari pihak kelurahan dan ketika dibagikan kepada warga, ternyata kualitas berasnya sangat jelek.  Selanjutnya,  beras tersebut akan dikembalikan lagi kepada pihak Kelurahan Gubeng. (wh)