Khofifah: Anak Di Bawah 7 Tahun Dilarang Ditahan di Lapas

Khofifah: Anak Di Bawah 7 Tahun Dilarang Ditahan di Lapas

Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi UKM di Dolly dan Jarak, Kamis (2/6/2016). Foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Pemerintah akan memberlakukan agar bagi para pelaku kriminal yang masih berusia anak-anak atau dibawah 7 tahun dilarang untuk dihukum dan dimasukkan ke lembaga pemasyarakatan (lapas).

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa kepada awak media usai melihat-lihat dan memborong barang-barang UKM yang berada di eks lokalisasi Dolly dan Jarak.

“Pemerintah mengharapkan bulan Desember 2018 sudah tidak ada lagi anak-anak atau berumur dibawah 7 tahun yang menjadi pelaku kejahatan untuk ditahan dan dimasukkan di Lapas yang ada,” kata Khofifah Indar Parawansa, Kamis (2/6/2016).

Menurutnya, untuk anak yang berada di bawah umur 7 tahun nantinya hukumannya akan dibina di Lembaga Pembinaan Anak Sementara (LPAS) dan kalau diatas 7 tahun maka akan dibina di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA).

“Pemerintah khawatir bila anak-anak ini nantinya bila di lapas maka akan terkontaminasi dengan pelaku kejahatan lain yang dihukum disana. Dengan kumpul bersama orang dewasa itu menjadi PR bagi kami yaitu Kementerian Sosial dan kementerian hokum dan HAM (Kemenkum HAM),” ujarnya.

Khofifah meneruskan, untuk hukuman dan pembebasan bagi anak jalanan akan dilakukan akhir bulan Desember 2017. Begitu juga dengan anak-anak yang dipasung diharapkan tidak ada lagi di tahun tersebut.

Sedangkan yang banyak dibicarakan masyarakat yaitu hukuman kebiri secara kimiawi bagi pelaku tindak kejahatan seksual, khofifah mengatakan bila peraturan tersebut sedang dibahas di Kemenkum HAM.

“Hukuman kebiri itu bersifat untuk penambahan hukuman. Kami fokus menyiapkan item kebiri kimia untuk kasus pelaku pedofil yang melakukan kejahatan berkali-kali. Kebiri kimia ini berlaku dua tahun dan tidak berlangsung permanent,” katanya. (wh)