Keuntungan Microsoft Tergerus Tipis

Keuntungan Microsoft Tergerus Tipis

Sepanjang tiga bulan pertama di tahun 2014, Microsoft gagal mempertahankan cetakan laba seperti periode sama di tahun lalu. Pada Triwulan I ini,  laba Microsoft tergerus, turun  tipis menjadi USD 5,66 miliar atau setara Rp 56,6 triliun. Padahal, di periode sama tahun lalu, Microsoft mampu membukukan pendapatan sebesar  USD 6 miliar atau setara Rp 60 triliun.

Penurunan ini disebabkan perusahaan masih dalam fase transisi bisnis dari personal computer (PC) ke perangkat mobile dan layanan komputasi awan.

Omzet perusahaan yang didirikan orang terkaya dunia Bill Gates itu juga turun tipis, dari sebelumnya US$ 20,5 miliar di triwulan I-2013 menjadi USD 20,4 miliar di akhir Maret 2014.

Meski omzet dan labanya turun, namun kinerja Microsoft ini sudah sesuai dengan ekspektasi Wall Street, sehingga sahamnya yang sempat ditutup turun pun bisa naik ke USD 40,79 per lembar setelah perdagangan preclosing.

“Kinerja triwulan ini menunjukkan kekuatan bisnis kami, begitu juga kesempatan yang terbuka di sektor mobile dan komputasi awan,” ujar CEO Microsoft Satya Nadella dikutip dari AFP, Jumat (25/4/2014).

“Sekarang kami akan fokus mengembangkan dan menciptaan produk-produk yang inovatif kesukaan pelanggan,” katanya.

Nadella menambahkan, Microsoft sudah memberikan terobosan yang penting bagi pelanggannya melalui mesin pencari Bing dan program Office 365 Home yang disimpan di cloud. (dtk/ram)