Keturunan Pahlawan, Risma Siap Berjuang Sejahterakan Warga

Keturunan Pahlawan, Risma Siap Berjuang Sejahterakan Warga
Tri Rismaharini memberi sambutan saat warga Surabaya Istighosah Akbar di Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (15/11/2015). foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

Calon Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini  (Risma) di depan ribuan ibu-ibu Majelis Dzikir Riyadlul Jannah Kecamatan Pakal berjanji akan menyejahterakan para wanita.

Saat berbicara usai Istighosah Akbar yang dilaksanakan di Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (15/11/2015), Tri Rismaharini mengajak warga untuk berjuang bersama.

“Saya ingin lebih dekat dengan ibu-ibu Nahdliyin karena ternyata saya adalah keturunan Pangeran Benowo Abdul Chalim. Di atasnya lagi KH Hasyim Bestari atau canggahnya itu dari keturunan ibu, sedangkan dari garis bapak masih saudara dengan almarhum Gus Dur,” tegas Risma.

Ia mencontohkan untuk mengangkat derajat wanita adalah dirinya sewaktu menjabat wali kota lalu berhasil menutup semua titik lokalisasi prostitusi di Surabaya. Mulai dari kompleks lokalisasi terbesar, yakni Dolly dan Jarak yang berhasil ditutup. Begitu juga dengan lokalisasi Bangunsari dan Semampir juga sudah ditutup.

Keturunan Pahlawan, Risma Siap Berjuang Sejahterakan Warga
Istighotsah akbar di Gelora Bung Tomo, Minggu (15/11/2015). foto: sandhi nurhartanto/enciety.co

“Saya melihat sendiri dampak sosial yang ditimbulkan akibat praktik prostitusi itu, dan akhirnya saya bertekad menghentikan semua aktivitas lokalisasi,” ujar Risma.

Realitas sosial yang ditangkap Risma di lingkungan lokalisasi itu antara lain, anak-anak kerap menjadi korban. Banyak perempuan di bawah umur yang dipekerjakan, padahal mereka masih dalam usia sekolah. PSK di lokalisasi prostitusi ternyata juga bukanlah jawaban atas alasan ekonomi seperti yang diduga sebelumnya. Buktinya, banyak PSK yang sudah bertahun-tahun beroperasi, tetapi juga tidak bisa hidup layak secara ekonomi.

“Wanita harus dapat berkarya dengan lebih baik lagi karena sebenarnya mampu,” ucap Risma. (wh)