Ketua MA Dikukuhkan jadi Guru Besar Unair

Ketua MA Dikukuhkan jadi Guru Besar Unair
Hatta Ali (kiri) saat menerima pengukuhan Guru Besar Ilmu Hukum oleh Universitas Airlangga, Sabtu (31/1/2015). umar alif/enciety.co

Ketua Mahkamah Agung (MA) Prof. dr.H. Muhammad Hatta Ali, SH,MH dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Hukum oleh Universitas Airlangga (Unair), Sabtu (31/1/2015). Pengukuhan ini sendiri berlangsung khidmat karena dihadiri beberapa tamu istimewa.

Wakil Presiden Jusuf Kalla, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto, beberapa anggota DPR RI dan sejumlah menteri Kabinet Kerja turut menghadiri acara yang dilangsungkan di Gedung rektorat Unair.

Dalam sambutannya, M Hatta Ali yang lahir di Pare-Pare tahun 1950 itu mengucapkan terima kasihnya atas pengukuhan tersebut. “Ini adalah jabatan mulia sebagai guru besar ilmu hukum pada fakultas Hukum Airlangga,” kata M Hatta Ali yang dikukuhkan berkat karya ilmiah yang dibuatnya terkait sistem penegakan hukum di Indonesia

Menurutnya, MA sejak berdiri hingga saat ini tidak boleh alergi dengan kritikan karena hal tersebut adalah lumrah dan juga terjadi di negara lainnya. Bila perjalanan hukum suatu negara jalan ditempat maka hal tersebut dapat membahayakan kedaulatan negara.

“Nantinya bagi pencari keadilan mereka tidak akan lagi percaya kepada hokum di Negara ini,” ucapnya.

Hukum sendiri haruslah transparan. Dan bagi pencari keadilan sendiri peradilan untuk tahu perkembangan perkaranya, karena semuanya bisa ditelusuri lewat laman (website).

“Ini sesuai SK Ketua MA 14/2007, sehingga para pencari keadilan tak perlu ke PN atau MA,” lanjutnya.

Untuk hukum di tingkat MA, masyarakat hanya perlu waktu tiga bulan untuk penyelesaian perkaranya. Ia pun membagi para hakim dalam lima kamar sesuai keahliannya, yakni pidana, perdata, PTUN, agama, dan militer. (wh)