Kesyahbandaran Tanjung Perak Keluarkan Maklumat Pelayaran

Kesyahbandaran Tanjung Perak Keluarkan Maklumat Pelayaran
Cuaca buruk di Tanjung Perak Surabaya.

 

Cuaca buruk yang melanda sejumlah perairan nasional mendorong kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak mengeluarkan maklumat pelayaran (Mapel). Mapel ini bersifat imbauan, bukan sebagai larangan bagi kapal yang hendak berlayar.

Kebag Tata Usaha Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Marzuki, menjelaskan, Mapel ini berlaku pada 15-21 Januari. Mapel ini dikeluarkan disebabkan ombak setinggi enam meter dibeberapa perairan Indonesia Timur.

“Kita tidak melarang, sifatnya hanya pemberitahuan agar kapal yang hendak berlayar, lebih berhati-hati,” kata Marzuki, Kamis (16/1).

Menurut Marzuki, dasar dikeluarkannya mapel ini berkat koordinasi dengan BMKG Tanjung Perak. Sebetulnya mapel ini sudah disampaikan sejak akhir Desember 2013. Tetapi pada saat itu gelombang masih belum setinggi saat ini. Terlebih pada bulan Januari ini merupakan puncak musim barat.

Beberapa perairan yang mengalami gelombang tinggi di antaranya, Laut Jawa, Perairan Masalembu, Kalimantan, Sulawesi, dan sebagian Nusa Tenggara Timur. Perairan ini memang paling banyak dilalui kapal-kapal yang berangkan dan menuju Tanjung Perak.

Sebetulnya masih banyak kapal-kapal yang berlayar di dari dan menuju Tanjung Perak. “Memang kapal diatas 1.300 DWT masih bisa berlayar. Dibawah itu, tidak ada kapal yang berani berlayar,” jelas pria kelahiran Sumenep Madura itu.

Dia mencontohkan kapal milik PT Pelni dan kapal-kapal niaga masih bisa melanjutkan perjalanan. Sedangkan kapal rool off roll on dibawah 1.300 DWT, dan kapal niaga berukuran kecil, dipastikan menepi.

Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak mengaku tidak memiliki data pasti kapal-kapal yang tidak beroperasi. Masalahnya dari shipping line sendiri tidak melaporkan pembatalan berlayar. Kendati sudah mengantongi izin berlayar.

“Yang memutuskan tidak berlayar, ya mereka (shipping line) sendiri. Bukan kami. Dan, shipping line juga tidak melaporkan, apakah memutuskan berlayar atau pembatalan. Jadi sampe hari ini kami tidak punya data,” ungkapnya.

Meski demikian, Tanjung Perak tidak mengalami penumpukan kapal. Kapal-kapal tersebut dilaporkan masih bertahan di dermaga masing-masing. (wh)