Kesiapan Surabaya Hadapi MEA 2015

Kesiapan Surabaya Hadapi MEA 2015

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

Gerbang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sebentar lagi dibuka. Bagi Kota Surabaya, ini merupakan tantangan sekaligus kesempatan emas.

Tantangan jika sumber daya manusia (SDM) warga Surabaya tidak mampu bersaing di tengah derasnya tenaga kerja asing. Sementara, dikatakan kesempatan emas karena arus investasi mengalir deras dan warga Kota Pahlawan ikut menikmati benefit dari perputaran uang yang terjadi.

Karena itu, untuk gencar mengenalkan Surabaya di mata Dunia. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya unjuk gigi dengan menerima beberapa tawaran undangan menjadi pembicara dalam forum internasional. Tujuannya, lagi-lagi untuk mempromosikan potensi bidang ekonomi, perdagangan, investasi dan pariwisata Surabaya guna membuka peluang kerjasama dengan berbagai pihak luar negeri.

Dalam setiap bertandang ke luar negeri, Surabaya terus memaparkan berbagai kelebihan Kota Pahlawan ini. Mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pelayanan publik hingga upaya penanggulangan banjir.

Namun kunci utamanya saat ini adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan SDM warga Surabaya agar mampu bersaing. Untuk itulah, pemkot mengalokasikan 30 persen lebih dari total APBD-nya untuk sektor pendidikan.

Ini seperti terlihat pada sektor pendidikan di Surabaya. Semua sekolah di Surabaya mulai jenjang sekolah dasar hingga jenjang sekolah menengah atas semuanya gratis.

Begitu pula dengan akses kesehatan, di mana warga bisa memperoleh layanan kesehatan dengan cuma-cuma. Dengan demikian, setidaknya warga sudah tidak memikirkan anaknya akan sekolah di mana atau harus berobat kemana. Itu bisa mengurangi beban pikiran masyarakat.

Selain itu, pembangunan infratruktur tidak bisa dikesampingkan. Terlebih kran MEA 2015 pada 1 Januari mendatang dibuka. Untuk itu Pemkot Surabaya berupaya untuk menggaet investor agar tertarik menanamkan modalnya.

Oleh karenanya, pemkot sejak beberapa tahun lalu membangun konsep jalan-jalan baru yang terintegrasi. Bukan seperti tol yang berbayar, jalan-jalan tersebut bisa dilalui kendaraan secara gratis.

Dengan begitu, asas keadilan akan terpenuhi karena warga punya pilihan untuk menggunakan jalan yang gratis atau berbayar. Rencananya, jaringan jalan baru itu akan mengoneksikan beberapa obyek penting seperti pelabuhan, terminal maupun akses keluar-masuk dari kota atau kabupaten lain di sekitar Surabaya. Beberapa jalan sudah terealisasi seperti MERR II-C, sebagian lainnya masih dalam proses.