Kesenjangan Teknologi, Problem Nyata UKM

Kesenjangan Digital, Problem Nyata UKM

Keberadaan pelaku usaha kecil mikro (UKM) atau Small Medium Enterprise (SME) masih didera masalah. Salah satunya terjadinya kesenjangan teknologi dalam mengakses informasi yang berlangsung hingga sekarang.

Hal itu dikatakan Dosen Sosiolog Universitas Airlangga, Bagong Suyanto. “Itu tercermin dari masing-masing pelaku UKM dalam mengakses informasi lewat teknologi informasi tidak sama. Kesenjangan ini tentu ada konsekuensinya bagaimana pelaku UKM mampu dan bisa memanfaatkan teknologi informasi,” ujarnya , di sela-sela “Peluncuran Program SME Indonesia Bisa Telkom” di Surabaya, Senin (13/1/2014).

Menurut dia, kendala ini harus dilihat secara nyata. “Kendala yang sering dihadapi oleh pelaku UKM adalah membangun komunikasi dan membuka jaringan. Seringkali UKM dipandang sebagai unit ekonomi yang membutuhkan bantuan dan dukungan modal, sementara pengembangan jaringannya seringkali diabaikan.” Jelas Bagong.

Karena itu , terang dia, program SME dari Telkom menjadi program yang membantu memperlancar teknologi komunikasi dan membuka jaringan bagi pelaku UKM,

Direktur Enterprise and Business Telkom Muhammad Awaludin mengatakan, Pada 2014, Telkom lebih fokus menggarap sektor UKM melalui tiga revenue driver, yakni Small Office Home Office, Business Solution for Community, dan Digital Media Solutions.

Kata dia, Sidoarjo merupakan kota dengan potensi SME terbesar di kawasan  Divisi Telkom Timur, dengan potensi yang beraneka ragam. “Kami akan fokus per triwulan dalam menggarap SME sesuai dengan skala prioritas dari sisi ukuran pemahaman terhadap teknologi informasi,” tandasnya.

Ia lalu menjelaskan, pelanggan UKM yang mendapatkan layanan Information and Communication Technology lebih konprehensif. Dari 100 sentra UKM yang terpilih diharapkan 70 persen UKM dapat menikmati layanan berbasis voice dan SMS, serta 30 persen memanfaatkan aplikasi (hardware and software).

“Tahun ini Telkom mentargetkan 500 ribu UKM dan dapat menjadi satu juta UKM pada 2015 mendatang. Hal ini dilakukan dengan cara memberikan insentif kepada UKM untuk mempromosikan UKM dan produknya melalui directory service www.smartbisnis.co.id, termasuk pembuatan website mudah secara gratis.” pungkas Awaludin. (wh)