Kesejahteraan Petani dan Nelayan di Jatim Turun 1,75 Persen

Kesejahteraan Petani dan Nelayan di Jatim Turun 1,75 Persen

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ditambah adanya kenaikan harga gas LPG, beberapa waktu lalu, berdampak serius pada kesejahteraan masyarakat.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat bahwa kesejahteraan petani dan nelayan di Jawa Timur mengalami penurunan sebesar 1,75 persen.

Kepala BPS Jawa Timur M. Sairi Hasbullah membeberkan, indikator penurunan kesejahteraan petani dan nelayan di Jatim bisa dilihat dari Nilai Tukar Petani (NTP). NTP Petani Jatim pada bulan Maret kata Sairi turun menjadi 104,32 dibanding sebelumnya pada Februari yang mencapai 106,18.

“Hal ini disebabkan indeks harga yang dibaya petani (Ib) mengalami kenaikan 0,65 persen. Sedangkan indeks harga yang diterima petani (It) mengalami penurunan 1,11 persen,” jelasnya kepada wartawan di kantornya, Rabu (1/4/2015).

Tidak hanya petani, Nilai Tukar Nelayan (NTN) pun demikian. Dibanding bulan Februari yang mencapa 107,18, NTN di Jatim pada Maret mengalami penurunan 1,72 persen atau hanya 105,33 persen saja. Diduga penyebab tersebesar menurunya kesejahteraan nelayan Jatim adalah rendahnya harga jual sejumlah komoditas hasil laut.

“Ada 10 komoditas utama yang mengalami penurunan indeks harga. Di antaranya ikan layang, swanggi, rajungan, lemuru, cumi-cumi, kuniran, cakalang, tongkol, udang, dan ikan layur. Ini menjadi penyebab pendapatan nelayan semakin menurun,” bebernya.

Selain itu, penyebab penurunan kesejahteraan petani dan nelayan ini adalah adanya kebijakan pemerintah yang menaikan harga BBM bersubsi jenis solar dan premium beberapa waktu yang lalu. Bahkan gas LPG pun ikut naik. Ini yang membuat komoditas lainnya ikut terkerek, di antaranya adalah bawang merah, cabai rawit, beras, benih ikan, dan upah menanam.

“Dibanding dengan provinsi lainnya, Jawa Timur mengalami penurunan NTP terbesar, baru disusul Jawa Tengaj 1,54 persen, Yogyakarta 1,29 persen, Jawa Barat 0,23 persen, dan Banten 0,09 persen. Sama halnya terjadi di NTN Jawa Timur yang menduduki posisi teratas sebagai provinsi yang mengalami penurunan kesejahteraan nelayan. (wh)