‘Kesandung’ Kacang, Putri Bos Korean Air ini Dihukum 1 Tahun

Cho-Hyun-ah-minta-maaf

Seorang mantan eksekutif Korean Air dijatuhi hukuman satu tahun penjara, Kamis (12/2), atas perbuatan memaksa sebuah pesawat untuk kembali ke bandara hanya karena dirinya tidak suka penyajian kacang macadamia. Heather Cho yang dikenal dengan nama Korea, Cho Hyun-ah, menjadi buah bibir internasional pada Desember lalu, setelah marah-marah kepada pramugari karena kacang macadamia yang dimintanya disajikan dalan plastik kecil, bukan di piring.
Saat itu, Cho sedang dalam pesawat Korean Air yang melakukan perjalanan dari New York City ke Seoul.
Cho, putri tertua pemilik Korean Air, taipan Cho Yang-ho, memerintahkan pesawat kembali ke bandara sehingga kepala pramugari tidak ikut dalam penerbangan. Hal ini menyebabkan pesawat mengalami penundaan di bandara John F Kennedy selama 20 menit. Menurut Los Angeles Times, Pengadilan Korea Selatan menyatakan dia bersalah melanggar hukum penerbangan dengan ancaman hukukman 10 tahun penjara. Namun, akhirnya, Cho hanya dijatuhi hukuman satu tahun penjara.
Hakim menuduhnya menggunakan pesawat komersial Korean Air sebagai mobil pribadinya dan menyatakan bahwa Cho tidak benar-benar menyesal atas tindakannya. “Kasus ‘kemarahan kacang’ ini menginjak-injak integritas kemanusiaan,” kata Hakim Oh Seong-woo dalam putusannya, seperti dikutip Yonhap News Agency.
Dikaporkan BBC, setelah insiden pada Desember itu, Cho dipecat dari posisinya di Korean Air oleh ayahnya sendiri. Ia disuruh untuk meminta maaf ke publik atas perilakunya. Ayahnya menyebut apa yang dilakukan putrinya itu sebagai “tindakan bodoh”.
Park Chang-jin, kepala pramugri pesawat Korean Air itu mengklaim, Cho memaksa dia dan anak buahnya untuk berlutut dan mohon ampun. Tetapi, klaim itu dibantah Cho. “Saya tidak pernah mendengar kabar itu. Saya tidak tahu apa-apa soal itu,” ujarnya. (bst)