Keruwetan Parkir Penyebab Kemacetan di Surabaya

Keruwetan Parkir Penyebab Kemacetan di Surabaya

Kemacetan lalu lintas di Kota Surabaya salah satunya disebabkan persoalan parkir yang masih berantakan. Hal itu ditegaskan pengamat Tata Ruang Kota Universitas Kristen Petra, Benny Purbantanu.

“Banyak warga Surabaya yang punya mobil tapi tidak punya lahan parkir. Akibatnya banyak mobil parkir di sembaran tempat,” kata Benny saat di acara Media Gathering bertema “Kesiapan Infrastruktur Jalan di Surabaya dalam Mendongkrak Investasi” di Pemerintah Kota Surabaya, Kamis (4/6/2015).

Menurut dia, hal ini perlu difikirkan oleh Pemkot Surabaya dengan menyediakan lahan parkir di beberapa tempat umum, salah satunya taman. “Ini tentunya harus ada politik transportasi,” katanya.

Sementara itu, kata dia, secara umum kesiapan Surabaya terkait jalan, bisa dikatakan sudah siap. Benny mengapresiasi gagasan Dinas Pekerjaan Umum Surabaya untuk menjadikan jalan-jalan tembusan sebagai alternatif mengurai kemacetan.

Namun, tegasnya jalan baru tidak sekadar dibangun. “Tetapi juga diperhatikan jalan tersebut membuat kemudahan bagi manusia dan barang dapat berpindah tempat dengan aman, murah, cepat dan nyaman,” katanya.

Kepala Bidang Perancangan dan Pemanfaatan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya, Ganjar Siswo Pramono mengatakan, salah satu tugas pokok dari dinasnya adalah mendukung kelancaran investasi di Surabaya melalui penciptaan kondisi infrastruktur yang memadai.

Ia memberikan contoh di antaranya dengan memastikan kelancaran di simpul-simpul transportasi untuk memperkuat lancarnya alur distribusi barang dan jasa.

“Termasuk juga dengan membangun jalan-jalan baru seperti Frontage Road dan Jalur Lingkar Luar Timur (JLLT) dan Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB) demi mendorong kenyamanan investasi,” ujarnya.

Ganjar mengatakan untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di beberapa jalan utama, dinasnya juga berupaya membuat jalan-jalan tembusan. Dengan adanya akses baru, kemacetan diharapkan akan terurai.

“Kami mengoptimalkan jalan kampung dan juga perumahan sebagai jalan tembusan,” kata dia. (ant/wh)