Kerugian Pencurian Kayu di Jatim Capai Rp 19,1 M

Kerugian Pencurian Kayu di Jatim Capai Rp 19,1 MMaraknya pencurian kayu bernilai miliaran rupiah, membuat Perum Perhutani Jatim mengalami kerugian dari tahun ke tahun. Untuk mengantisipasinya, Perhutani kini menggandeng Polda Jatim.

Kamis (13/12/2013), kedua instansi strategis tersebut melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU). penandatanganan tersebut dilakukan oleh Kepala Perum Perhutani Unit II Jatim yang diwakili Plt. Dr. Mustoha Iskandar dengan Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono.

“Kasus pencurian dan penjarahan terhadap hutan negara yang terus meningkat membuat kami harus bekerjasama dengan Polda Jatim,” kata Humas Perhutani Jatim Avid RS.

Berdasarkan data Perum Perhutani Jatim yang mengelola 1,130 juta hektar hutan negara (816 ribu hektar  hutan produksi dan 314 ribu hektar hutan lindung), tercatat pada tahun 2010 mengalami kerugian Rp 5,6 miliar (kehilangan 39.400 pohon). Di tahun 2011 kerugian mencapai Rp 16,5 miliar, dan tahun 2012 sendiri kerugiannya mencapai Rp 29,8 miliar.

“Tahun ini hingga triwulan III nilai kerugian mencapai Rp 19,1 miliar dengan jumlah kehilangan pohon 18.186 buah. Dibanding 2012, pencurian jumlah pohon menurun namun terkait kerugian  meningkat, yaitu Rp 18,5 miliar,” bebernya.

Dengan demikian, lanjut Avid trend pencurian kayu mengarah kepada kayu-kayu bernilai tinggi (jati) dan tegakan tua. Penurunan pencurian kayu itu, salah satunya dengan dibongkarnya gembong penjarahan kayu di wilayah Tuban hingga aset kayu senilai Rp 2,6 miliar bisa diselamatkan.

“Itu salah satu bentuk apresiasi kerjasama yang sudah terjalin dengan kepolisian,” tambahnya.

Selain menggandeng polisi, Perum Perhutani Jatim juga menjalin kemitraan dengan masyarakat desa hutan melalui program pengelolaan hutan bersama masyarakat.

“Masyarakat tetap menjadi benteng sosial yang kuat dalam pengamanan hutan. Tindakan polisional tetap pilihan terakhir, dilakukan jika upaya preventif dan persuasif tidak menemui hasil maksimal,” pungkas Avid.

Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono membenarkan adanya penandatangan MOU tersebut. “Anggota Polisi tidak ada yang ditempatkan, tapi kita siap bila dibutuhkan sewaktu-waktu,” katanya. (wh)