Kerugian MU saat Ditangani Moyes Hampir Rp 1 T

Kerugian MU saat Ditangani Moyes Hampir Rp 1 T
David Moyes/guim.co.uk

Sepanjang ditangai David Moyes, Manchester United (MU) ditaksir alami kerugian sebesar Rp 950 miliar. Kerugian yang hampir Rp 1 triliun ini sebagai buah dari hilangnya potensi pendapatan yang harusnya masuk ke kantong MU akibat jebloknya prestasi di lapangan.

Di Liga Champions yang biasa menjadi sumber keuntungan klub berjuluk The Red Devils, tertutup setelah kegagalan Setan Merah merebut posisi empat besar. Tiket Liga Champions diyakini bakal membuat klub merugi minimal £ 35 juta (Rp 665 miliar).

Sementara, keterpurukan Manchester United di kancah domestik (menempati peringkat ketujuh klasemen akhir) membuat klub kehilangan potensi pendapatan dari bonus tahunan Premier League sebesar £ 8,4 juta atau hampir Rp 160 miliar. Kerugian lainnya, adalah kompensasi yang harus dibayarkan The Red Devils pada Moyes dan para staf kepelatihannya yang nilai totalnya mencapai £ 7 juta (Rp 133 miliar).

Meski demikian, The Red Devils diklaim mempunyai neraca finansial yang cukup sehat meskipun di musim ini gagal berlaga di Liga Champions. Berlimpahnya fulus dari kesepakatan sponsor, seperti deal dengan Chevrolet yang menghasilkan pemasukan per tahun sebesar £ 53 juta, membuat kondisi kas klub tetap stabil. Buktinya, di musim panas ini manajer baru Louis van Gaal telah menguras kas mereka sebanyak £ 150 juta (Rp 2,85 triliun) untuk mendatangkan enam pemain baru semisal Angel Di Maria dan Radamel Falcao.

Besaran gaji MU di musim 2013-2014 diyakini lebih besar dibanding musim 2012-2013, sedangkan beban pembayaran bunga utang klub (pada Mei lalu sebesar £ 351 juta atau Rp 6,67 triliun) diprediksi menurun. Di musim 2012-2013 bunga utang mencapai £ 71 juta atau Rp 1,349 triliun. (bst/ram)