Kerja Sama Ganjil, KBS Rawan Korupsi

 

Kerja Sama Ganjil, KBS Rawan Korupsi

 

Pertukaran satwa yang dilakukan direksi lama Kebun Binatang Surabaya (KBS) dinilai rawan korupsi. Kerja sama itu dipandang ganjil oleh wali kota Surabaya Tri Rismaharini. Sehingga, dirinya nekat melaporkan nama-nama pihak yang diduga terlibat tindak pidana korupsi di lingkungan KBS kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

 

Akan tetapi, perempuan berkerudung itu enggan menyebut siapa sosok yang dimaksud telah dilaporkannya, Senin (20/1/2014). “Ada yang saya laporkan. Pokoknya ada,” jawab Risma.

 

Perjanjian barter yang ganjil itu ditanda tangani selama Maret hingga Juli 2013 kepada enam lembaga. Lembaga yang disebutkan antara lain Taman Safari II Prigen, Taman Safari Mirah Fantasia Banyuwangi, Lembaga Konservasi Lembah Hijau Lampung, dan Taman Hewan Pematang Siantar.

 

Beberapa waktu sebelumnya, Risma sempat mengeluhkan raibnya sejumlah satwa dari KBS secara ganjil. Ia menuding kebijakan Tim Pengelola Sementara (TPS) KBS pimpinan Tony Sumampau memicu konflik berkepanjangan. Kebijakan ganjil membarter 387 satwa kebun binatang peninggalan Belanda itu dengan uang atau barang, melanggar Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu). Ia lantas berjanji membawa kasus ini ke ranah hukum.

 

“Saya sudah minta bantuan ke mana-mana tapi tidak bisa, sementara hal ini terus menjadi sorotan media luar. Padahal di dalam boleh dicek sekarang setelah kami kelola, binatang gemuk. Saya ingin kejelasan,” ungkapnya. Risma pun melapor ke KPK dengan membawa hasil audit Universitas Airlangga Surabaya.

 

Risma mengatakan, dirinya akan langsung menemui Presiden SBY dan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dalam waktu dekat. Tujuannya ialah membahas masa depan KBS.(wh)