Kerja Keras + Menabung = Lambat Kaya

Kerja Keras + Menabung = Lambat Kaya

* Suwandono

Bidang invastasi apa saja yang dapat dipilih? Tentu sangat bergantung pada kemampuan serta kondisi masing-masing individu dengan tetap menimbang kelima variabel tersebut. Biaya investasinya tercukupi, peluang penghasilan jauh lebih tinggi dari tabungan, risiko kecil, ditunjang pengetahuan yang mumpuni serta memiliki waktu untuk mengelola perkembangan investasinya.

Saat ini, tersedia beragam pilihan bentuk investasi. Mulai dari yang paling sederhana (misalnya emas, properti, reksadana), sampai paling rumit (saham dan membuka bisnis). Intinya harus dipilih bidang investasi yang kelima variabelnya benar-benar yakin bisa terpenuhi.

Bagi yang “nafas keuangannya” pendek, tentu harus menghindari bentuk investasi yang berisiko tinggi meskipun menjanjikan keuntungan super besar. Terlebih jika tak memiliki pengetahuan yang cukup. Jenis investasi yang terlalu mengandalkan kepiawaian orang lain tentu amat berisiko bagi orang yang tak memiliki cadangan “nafas” berlebih.

Apa yang dialami kolega saya ketika krisis keuangan global, beberapa waktu lalu, patut menjadi pelajaran. Ia tergiur harapan keuntungan amat besar dalam investasi saham hingga lupa jika ia tak memiliki pengetahuan yang cukup (aliran dana berjangka, fundamental ekonomi, ekonomi makro, mengelola emosi, aturan kapan masuk dan keluar, dan lain sebagainya).

Ia hanya percaya pada pialang saham yang tak ia kenal secara pribadi. Ketika krisis keuangan menghebat, ia harus gigit jari karena seluruh tabungannya telah diinvestasikan dalam bentuk saham yang nilainya merosot tajam.

Saya sempat tak habis piker, mengapa ia bisa begitu mudah mempercayakan seluruh uangnya pada seorang pialang yang baru dikenal? Padahal, ketika ada seorang teman yang ingin meminjam uang lima juta rupiah saja, ia perlu meminta referensi kawan lainnya dan bertanya banyak hal pada si calon peminjam seperti halnya densus 88 menginterogasi teroris. Hal itu bisa terjadi karena ia sangat tergoda dengan proyeksi/harapan keuntungan yang amat besar dan ia merasa sebagai orang yang pintar. Sungguh suatu kenyataan yang patut disesalkan.

Dari uraian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa tersedia dua pilihan kendaraan untuk menuju kaya, yakni kendaraan/jurus yang kuno dan lambat (menabung) atau kendaraan yang cepat (investasi). Saya memilih kendaraan yang cepat, tentu dengan disertai pertimbangan dan analisis yang matang. Dengan berinvestasi, saya memiliki peluang lebih besar untuk bisa kaya di usia muda. Bagaimana dengan Anda? (*)

*Penulis novel dan pengusaha properti