Kepala BKPM: Ekonomi Digital Diproyeksikan Tumbuh 30 Persen

Kepala BKPM: Ekonomi Digital Diproyeksikan Tumbuh 30 Persen

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong menegaskan, ekonomi digital dan pariwisata tahun depan diproyeksi bisa menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi Indonesia. E-commerce yang menjadi bagian dari ekonomi digital adalah sebuah peluang dan tantangan bagi Indonesia.

Menurut dia, dari sisi peluang sangat membantu untuk mengembangkan perekonomian. “Karena akan muncul startup baru yang membuat platform dan aplikasi baru. E-commerce, ekonomi digital yang sudah saya kira seperti yang diuraikan Presiden akan ada peluang dan tantangannya untuk dunia usaha,” jelasnya

Dia lalu mengatakan, ekonomi digital memang bisa tumbuh lebih cepat karena teknologi yang makin canggih. Menurut dia, masyarakat harus memaksimalkan perkembangan teknologi dan memanfaatkan ekonomi digital sebaik mungkin.

“Perkembang ekonomi digital memang sangat cepat. Kita harus maksimalkan usaha dari segi keuangan, proses manufaktur dan semuanya harus didigitalkan,” ujar Lembong.

Kata dia, saat ini memang adanya pergeseran pola konsumsi, produksi dan pola kerja yang akan dirasakan tahun depan. Tom mengatakan, ekonomi digital tahun ini diproyeksi bisa tumbuh 30 persen.

Kemudian untuk pariwisata, juga diprediksi bisa tumbuh lebih tinggi. Hal ini ditopang oleh kebijakan pemerintah untuk membebaskan visa bagi 170 negara. Menurut dia, pemerintah juga melakukan kampanye 10 Bali Baru serta melakukan berbagai pembangunan infrastruktur.

BKPM mencatat bahwa pariwisata meningkat sebesar 35% di kuartal III 2017 dibandingkan periode yang sama tahun 2016.

“Sektor ekonomi digital dan pariwisata memang masih memiliki kontribusi yang kecil terhadap produk domestik bruto (PDB) tapi akan terus menunjukkan hal yang positif,” papar Lembong.

Ia menjelaskan, tahun 2018, pemerintah akan fokus pada implementasi serta akan melakukan perbaikan pola kerja sehingga merupakan saat yang tepat untuk berinvestasi di Indonesia, karena Indonesia kini berada dalam iklim Investasi yang lebih baik.

Dia bilang ekspor Indonesia menunjukkan tren meningkat dari 2014 hingga 2017 dimana tercatat pertumbuhan sebesar 17 persen pada Kuartal III 2017 dari posisi sebelumnya yang minus 2 persen.

Selain itu, iklim investasi juga positif, perbaikan sentimen global terutama sejak rating Indonesia dinaikkan oleh Standard & Poor’s (S&P) menjadi Investment Grade atau predikat layak investasi.

“Ini pertama kalinya dalam 20 tahun atau sejak 1997, Indonesia dinilai layak investasi oleh tiga lembaga pemeringkat internasional: Fitch, Moody’s dan Standard & Poor’s,” pungkas Lembong. (det/wh)