Kepakkan Sayap Bisnis, Galih Permadi Buka Outlet Bakso Hatabo

Kepakkan Sayap Bisnis, Galih Permadi Buka Outlet Bakso Hatabo

Galih Permadi bisa memuwujudkan impiannya membuka outlet Bakso Hatabo.foto:arya wiraraja/enciety.co

Galih Permadi pantas berbangga. Kerja kerasnya membangun bisnis kuliner kini berbuah manis. Pria yang tercatat sebagai anggota Pejuang Muda Surabaya itu, mengepakkan sayap bisnisnya dengan membuka outlet Bakso Hatabo di di Jalan Simo Mulyo Baru 7 H, Surabaya.

“Resminya buka tanggal 14 Juli 2018. Alhamdulillah, dua hari ini sold out terus,” kata Galih Permadi, ditemui enciety.co, Senin (16/7/2018).

Galih mengaku terinspirasi jejak sukses sang ibu, Suparti, yang sukses mengembangkan bisnis kacang goreng berlabel Kacang TreeG. Produk Kacang TreeG sekarang bukan hanya dijual di Surabaya, tapi di kota-kota lain di Indonesia. Bahkan yang mutakhir, Kacang TreeG dijual di dalam pesawat Citilink.

Galih merintis usaha sejak dua tahun lalu. Tepatnya tahun 2016. Pemuda berbadan subur itu mengaku motivasinya untuk membuka outlet untuk mendorong penjualan produknya yang hampir 70 persen dijual online.

“Selama ini, penjualan saya lewat dunia digital. Beberapa kali saya sering ditanya langganan, apa punya outlet. Alhamdulillah, setelah menabung saya bisa buka outlet Bakso Hatabo,” ujar Galih).

Selama Ramadan dan Lebaran 2018, Galih mengaku medapat berkah. Pasalnya, ia berhasil mengumpulkan omzet Rp 40 jutaan. Hasil itu 100 persen diraup dari penjualan online.

Sebelum membuka outlet Bakso Hatabo, Galih mengaku sudah melakukan observasi pasar selama 10 hari. Di outlet berukuran sekitar 4 x 5 meter itu, ada beberapa menu bakso ditawarkan. Di antaranya bakso beranak, bakso kasar, bakso kecil, bakso kotak, dan tahu bakso. Satu porsi Bakso Hatabo dijual Rp 10 ribu per porsi.

Outlet Bakso Hatabo ini buka jam 10 pagi sampai jam 10 malam. Rata-rata per hari saya dapat kumpulkan pemasukan sekitar Rp 600 ribu” ungkap dia.

Ke depan, Galih berharap outlet Bakso Hatabo bisa berkembang dan dapat di-franchise-kan. “Untuk franchise, saya sudah siapkan mulai sekarang dan akan berjalan kurang lebih tahun depan. Terkait harga franchise, saya bandrol Rp 7,5 juta, lengkap dengan rombong bakso dan lain-lain,” terangnya, lantas tersenyum. (wh)