Kenapa Yunani Sampai Bangkrut? Ini Penjelasannya

Negaranya Dinyatakan Bangkrut, PM Yunani Mengaku Diperas

Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras, foto: theepochtimes.com

Yunani benar-benar bangkrut dan menjadi negara maju pertama yang dinyatakan tak bisa membayar utang atau default. Tanpa tindakan penyelamatan baru, kehancuran ekonomi sangat mungkin terjadi: bank-bank kehabisan uang, uang pensiun warga lanjut usia hangus, tingkat pengangguran — yang sudah sangat tinggi hingga 25% — akan memburuk. Ini ulasan CNN Money yang dikemas dalam tanya jawab.

Apa akar masalah di Yunani?
Utang. Yunani terlalu banyak memilikinya, padahal dia bukan negara besar. Populasinya cuma 11 juta dan skala ekonomi hanya setara negara bagian Oregon di Amerika Serikat. Pariwisata mencakup 16 persen dari output ekonomi Yunani. Utangnya begitu besar sehingga para investor tak mau lagi membeli obligasi darinya. Dengan kata lain, tak ada yang mau memberinya utang lagi.

Semua negara yang sehat, bahkan juga yang tidak terlalu sehat ekonominya, meminjam uang dengan cara menjual obligasi/surat utang kepada investor besar dan kecil. Tujuannya adalah menggunakan uang untuk memperkuat negara misalnya dengan membangun transportasi yang lebih baik, infrastruktur atau memajukan pendidikan.

Amerika juga memiliki banyak utang, namun perekonomiannya sangat besar sehingga mampu membayar. Negara yang memiliki utang lebih banyak dari kemampuannya membayar akan terjerumus dalam masalah besar. Itulah yang terjadi pada Yunani.

Kapan masalah utang Yunani ini bermula?
Ada perdebatan tentang awal mula krisis di Yunani. Namun yang pasti, seperti banyak negara Eropa lainnya, Yunani tidak benar-benar berada dalam krisis sampai perekonomian global mengalami melt down atau kelesuan pada 2007 dan 2008 disusul krisis keuangan dunia.

Saat situasi mulai memburuk, pemerintah membelanjakan uang lebih banyak. Pengeluaran ini menambah uang di kantong rakyat dan memberi jaring pengaman atau safety net pada warga yang rentan, namun di sisi lain menambah utang pemerintah. Sebagian besar negara bisa melewati masa ini dengan kepala tetap di atas air, namun sejumlah negara Eropa nyaris tenggelam. Yunani adalah yang terburuk dari semuanya.