Kenalkan PEONY, AKR Land Ekspansi ke Surabaya

Kenalkan PEONY, AKR Land Ekspansi ke Surabaya

Pembangunan high rise building (apartemen) di Surabaya menarik minat salah satu pengembang kondotel, PT AKR Land Tbk untuk membangun superblock. AKR Land akan mengenalkan konsep SOHO (Small Office Home Office) untuk tahap pertama dari empat tower yang direncanakan.

Managing Director AKR Land Widijanto kepada wartawan, Senin (10/11/2014), menyebutkan investasi untuk tahap pertama yang dinamai, Peony ini mencpai Rp1 triliun. Sejauh ini Peony telah terjual sekitar 50 persen, dengan komposisi 30 leasing (sewa) dan 20 persen strata dijual.

Widijanto mengakui, konsep SOHO ini berbeda dengan konsep high rise yang selama ini ada. “Kami menjawab kebutuhan para pelaku usaha di Surabaya yang tidak ingin meninggalkan usahanya. Seperti misalnya tinggal di ruko,” jelasnya, saat di jumpai di Ciputra World Surabaya (CWS).

Pembangunan Peony ini berdasarkan perilaku pelaku usaha di Surabaya yang berbeda dengan kota-kota metropolitan seperti Jakarta, Bandung, maupun Medan. Diamana pelaku usaha di Surabaya lebih tidak meninggalkan usahanya meski operasi sudah selesai.

AKR Land Surabaya membangun konsep superblock ini diatas lahan 1,2 hektare dengan nilai investasi mencapai Rp 1 triliun. “Memang tergolong tinggi, karena dipengaruhi dengan harga tanah yang terus meroket. Sementara konsep pembangunan vertikal di Surabaya terus menggelinding,” lanjutnya.

Head of Commercial AKR Land Surabaya, Regina Natalia, menambahkan pihaknya tidak mematok unit yang bisa dijual. Pihaknya mengacu konsep supply and demand konsep SOHO yang ditawarkan perusahaan dibawah bendera AKR Corporindo Tbk itu.

“Kita optimistis, seluruh unit bisa terjual. Ini tidak lepas dari hampir semua high rise di Surabaya selalu sold out (habis terjual),” ungkapnya. Untuk mendorong penjualan, AKR Land telah menggandeng sejumlah bank, untuk memberi kemudahan kredit pemilikan apartemen (KPA).

Menurutnya, perubahan suku bunga acuan tahun 2015 yang diperkirakan naik ke posisi 8,5 persen dari posisi 7,5 persen tahun ini. Lala, sapaannya, tahun depan pertumbuhan KPA masih tumbuh karena konsep tahun depan, pembangunan high rise lebih tinggi dibanding landed. (wh)