Kenaikan Tiket Pesawat Belum Goyahkan Kunjungan Wisatawan

Kenaikan Tiket Pesawat Belum Goyahkan Kunjungan Wisatawan
Mari Elka Pangestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI

 

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif meyakini penyesuaian harga tiket pesawat penumpang kelas ekonomi pada Maret ini, tidak akan mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan domestik yang diperkirakan 258 juta.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu memaklumi penyesuaian biaya penerbangan (fuel sucharger) tersebut akibat kenaikan harga avtur dan anjloknya nilai tukar rupiah. Namun, dengan banyaknya tiket-tiket promo oleh maskapai penerbangan diharapkan dapat menyeimbangi pembelian tiket pesawat.

“Masyarakat tetap melakukan perjalanan wisatanya, karena memang kan harga tiket pesawat suka naik turun. Apalagi, masih banyak promo-promo dari maskapai penerbangan,” ucapnya.

Pemberlakukan kenaikan biaya penerbangan pada awal Maret 2014 ini tertuang dalam Peraturan Menteri No 2/2014 tentang Besaran Biaya Tambahan Tarif Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal dalam Negeri.

Dalam aturan tersebut, sucharge berlaku untuk dua jenis pesawat. Pertama, pesawat jenis turbo prop (propeller) dengan jarak rute rata-rata 644 km akan dikenai tambahan Rp60.000 untuk jam pertama.

Sementara itu, sucharge jam kedua sebesar Rp60.000 dikali 0,95 sedangkan jam ketiga dikalikan 0,90.

Kedua, sucharge untuk pesawat turbo prop sebesar Rp50.000 pada jam pertama dengan rata-rata jarak 348 km.

Sementara itu, pada jam kedua besaran sucharge dikalikan 0,9- dan jam ketika dikalikan 0,85. Biaya tambahan tersebut belum termasuk pajak.

Tambahan biaya tersebut diberlakukan pada awal Maret, sedangkan pengguna jasa angkutan udara yang telah membeli tiket pesawat sebelum awal Maret, tidak akan dikenai biaya tambahan. (bns/bh)