Kenaikan Suku Bunga AS Tahun Ini Merupakan Kesalahan

Kenaikan Suku Bunga AS Tahun Ini Merupakan Kesalahan
sumber foto: bincangbisnis

Kenaikan tingkat suku bunga tahun ini akan menjadi kesalahan, menurut Narayana Kocherlakota , salah satu petinggi Federal Reserve semalam, dan akan menunjukkan hilangnya kesempatan untuk mendorong tingkat pekerjaan dan inflasi yang terlalu rendah dalam perekonomian yang memiliki banyak ruang untuk bertumbuh.

Komite kebijakan the Fed harus membuat pilihan kebijakan yang akan berujung tahun yang hebat seperti di 2014, menurut Narayana Kocherlakota, Presiden the Fed bagian Minneapolis dalam pidato di Helena, Montana, terkait kemajuan dramatis pada pasar tenaga kerja AS tahun lalu. Ia mengatakan bahwa the Fed harus “sangat bersabar” dalam hal mengurangi akomodasi kebijakan moneter, ucapnya, sehingga pasar tenaga kerja dapat kembali kuat seperti di tahun 2006, sebelum krisis keuangan melanda.

Pandangan Kocherlakota menempatkannya pada posisi dovish di bank sentral AS, di mana petinggi lainnya termasuk Gubernur the Fed Janet Yellen, memperkirakan untuk mulai menaikkan suku bunga tahun ini. The Fed telah mempertahankan tingkat suku bunga dekat nol sejak Desember 2008.

Dengan mendesak untuk kenaikan suku bunga yang lebih lambat, Kocherlakota berharap dapat mempengaruhi koleganya untuk menargetkan pasar tenaga kerja yang lebih kuat dari pada saat ini dengan tingkat pengangguran pada 5.4%.

Apalagi, berdasarkan rilis Depertemen Tenaga Kerja AS semalam, dilaporkan jumlah klaim tunjangan penganggur AS naik ke 282,000 di minggu lalu, meski masih pada level yang konsisten dengan pertambahan tenaga kerja untuk perekonomian.

Level jobless claims ini dirilis lebih tinggi dibanding esimtasi 272,000. Sementara data sebelumnya direvisi lebih tinggi di 275,000 dibanding laporan semula 274,000. Rata-rata initial claims untuk 4 minggu naik ke level 271,500.

Angka jobless claims yang rendah merupakan cerminan kesehatan pasar tenaga kerja AS. Penciptaan lapangan kerja melambat di bulan Maret, namun berhasil rebound di bulan April, sementara tingkat pengangguran turunt ke 5.4%.

Departemen tenaga kerja AS melaporkan tidak ada faktor khusus yang mempengaruhi data klaim tunjangan penganggur tersebut. Secara keseluruhan jobless claims masih dalam trend penurunan sejak tahun 2009, bahkan bulan lalu menunjukkan penurunan ke level terendah dalam 15-tahun terakhir.

Berikut ini adalah prediksi pergerakan harga forex, komoditi dan indeks Jumat (29/5/2015):

EUR/USD. Bias intraday menjadi bearish di jangka pendek, namun masih dibutuhkan penembusan konsisten dibawah area 1.0835 untuk menambah tekanan bearish mengincar area support kunci 1.0775. Resisten terdekat tampak di area 1.0950, berbalik secara konsisten diatas area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka kemungkinan menguji area 1.1010.

GBP/USD. Bias intraday masih bearish di jangka pendek khususnya jika harga berhasil tembus dibawah area 1.5250 untuk menambah tekanan bearish mengincar area 1.5200. Di sisi atasnya, resisten terdekat tampak di area 1.5330, berbalik lagi secara konsisten diatas area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 1.5385 sebelum melanjutkan penurunan.

USD/JPY. Bias intraday masih bullish di jangka pendek khususnya jika harga berhasil tembus di atas 124.70 untuk memicu momentum bullish mengincar 125.50. Di sisi bawahnya, support terdekat tampak di 123.70, berbalik secara konsisten di bawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji 123.00 sebelum melanjutkan trend penguatan.

USD/CHF. Bias masih bullish dalam jangka pendek berpotensi menguji area 0.9515. Penembusan di atas area tersebut akan memicu momentum bullish lebih lanjut membidik area 0.9590. Pada pergerakan ke bawah, support terdekat berada pada kisaran 0.9420, penembusan konsisten di bawah area tersebut akan membawa bias kembali ke netral, lebih jauh menguji area 0.9360.

AUD/USD. Bias bearish dalam jangka pendek, diperlukan penembusan dan gerakan konsisten di bawah area 0.7600 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menguji area 0.7570. Pada pergerakan ke atas, resisten terdekat berada pada kisaran 0.7670. Penembusan di atas area tersebut untuk membawa harga naik menguji area 0.7710.

XAU/USD. Bias cenderung netral dalam jangka pendek, dengan range perdagangan potensial berkisar antara 1183.40-1190.30. Break kembali di bawah area 1183.40 berpotensi memicu kembali tekanan bearish untuk menguji ulang area 1180.50 atau bahkan area 1177.00. Sebaliknya, break konsisten di atas area 1190.30 seharusnya bisa mendorong pergerakan bullish menuju area 1193.00 sebelum mengincar area 1197.10.

Hang Seng Futures. Bias bearish dalam jangka pendek untuk Hang Seng seiring harga ditutup di bawah MA 50-100-200 di grafik 1 jam. Level support terdekat berada di 27050, break di bawah area tersebut seharusnya memicu bearish lanjutan menuju ke 26910 sebelum mencoba untuk meraih area kunci support di 26790. Untuk sisi atasnya, area 27200 adalah level resisten terdekat, break di atas area tersebut dapat memicu bullish lanjutan menuju ke 27300 sebelum menargetkan ke area 27540.

Nikkei Futures. Bias kemungkinan akan bearish dalam jangka pendek seiring indikator Stochastic bergerak turun pada grafik 4 jam. Namun, selama harga masih bergerak di atas MA 50-100-200, harga dapat rebound atau bahkan menjadi bullish. Level support terdekat terlihat dikisaran area 20400, break di bawah area tersebut dapat memicu bearish lanjutan menuju ke 20280, sebelum menguji ulang ke wilayah 20130. Gagal menembus ke bawah area 20280, harga seharusnya rebound menuju ke 20570, break diatas area tersebut dapat memicu bullish lanjutan menuju ke 20660 sebelum menargetkan ke area kunci resisten di 20750.

Kospi Futures. Bias bearish dalam jangka pendek, diperlukan penembusan dan gerakan konsisten di bawah area 259.30 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut menguji area 258.40. Pada pergerakan ke atas, resisten terdekat berada pada kisaran 261.50. Diperlukan penembusan di atas area tersebut untuk membawa harga naik menguji area 262.40. (monexnews)

Disclaimer: Semua informasi yang terdapat disini bersifat khusus dan informasi saja. Kami berusaha menyajikan berita dan analisa terbaik, namun demikian tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan dari semua informasi atau analisa yang tersedia.