Kenaikan Laba ZTE Tembus 191 Persen

Kenaikan Laba ZTE Tembus 191 Persen

Perusahaan penyedia perangkat telekomunikasi, solusi jaringan dan perangkat mobile asal China, ZTE Corporation (ZTE), mencatat kenaikan laba sebesar 191 persen pada kuartal ketiga 2014. Kenaikan ini ditopang oleh berkembangnya divisi smartphone dan perangkat 4G.

Laba bersih yang dibagikan kepada pemegang saham meningkat menjadi 703 juta RMB pada kuartal yang berakhir 30 September ini. Pendapatan kuartal ketiga naik 24 persen menjadi 21,1 milyar RMB, dikarenakan penjualan handset meningkat lebih dari 40 persen dari tahun sebelumnya. ZTE juga mencatat pertumbuhan pendapatan dari jaringan operator, termasuk jaringan 4G, sebagai tambahan dari system Telecommunications Software Systems.

Dalam sembilan bulan pertama, laba bersih meningkat 232 persen menjadi 1.83 miliar RMB, sementara pendapatan naik 7,8 persen menjadi 58.8 milyar RMB. ZTE meramalkan, laba bersih dalam satu tahun akan berada di antara 2.5 milyar hingga 2.8 milyar RMB di tahun 2014, yang mewakili pertumbuhan YoY berada di antara 84,1 persen dan 106 persen.

ZTE mengalami pertumbuhan yang pesat dalam operasinya Eropa, Amerika Utara dan China. Perusahaan ini mendapatkan keuntungan dari strategi yang berfokus pada produk-produk utamanya, yaitu 4G LTE, 100G Optical Networks, Gigabit Passive Optical Networks, router jaringan berkinerja tinggi dan smartphone premium. Di pasar 4G LTE di China, ZTE mengkonsolidasikan posisinya sebagai vendor terkemuka. Kinerja bisnis yang kuat merupakan indikasi dari perkembangan daya saing perusahaan ini.

Pada kuartal ketiga, ZTE mencatat peningkatan pendapatan lebih dari 40 persen dari divisi handset, seiring dengan bertambahnya penjualan di pangsa pasar utama, yaitu di China, Amerika Serikat dan Jepang.

Untuk pengembangan ke depannya, ZTE berkomitmen untuk melaksanakan perubahan strategis yang akan bertransformasi ke operasi bisnis. Di memo internalnya pada tanggal 21 Agustus, ZTE Presiden Shi Lirong mendesak karyawan untuk memulai perubahan yang mengakar dalam bidang operasi dan budaya perusahaan, berdasarkan pada tiga nilai inti, “Cool, Green, Open” (CGO).

Dalam sebuah langkah yang dirancang untuk membantu ZTE dalam usahanya untuk memberikan nilai lebih kepada pelanggan di tengah perubahan di pasar teknologi global, ZTE akan fokus pada empat bidang utama, peralatan telekomunikasi, solusi jaringan perusahaan, perangkat mobile dan teknologi yang sedang berkembang. Langkah ini merupakan bagian dari strategi baru M-ICT yang telah diuraikan pada tahun ini.

Sejak disingkapnya nilai inti perusahaan yang baru ini (CGO), ZTE telah menggapai sebuah terobosan penting, yaitu pada bulan September, ZTE mengumumkan solusi pengisian jarak jauh jaringan nirkabel (wireless charging) pertama di dunia berskala besar untuk transportasi umum. Hal ini memposisikan ZTE sebagai pemimpin global di bidang wireless charging untuk kendaraan. Semikonduktor berbasis 28nm milik ZTE dipasang di dalam produk router dan tablet perusahaan tersebut. Selain itu, ZTE juga telah mendapatkan ijin pembayaran online di Cina yang menguatkan posisinya di bidang keuangan mobile.

Pada kuartal ketiga, penelitian dan pengeluaran meningkat menjadi 927 juta RMB, atau sebanyak 11,5 persen dari pendapatan. Hal ini terjadi karena ZTE berkomitmen untuk meningkatkan sumber daya untuk merealisasikan nilai CGO yang baru tersebut. (bst/ram)