Kenaikan Inflasi 0,1 Persen Setara Rp 10 Triliun

 

Kenaikan Inflasi 0,1 Persen Setara Rp 10 Triliun

Pemerintah akan menerapkan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) pada 1 Juli ini pada enam kategori. Jika keputusan tersebut diterapkan sesuai dengan rencana, maka sepanjang 2015 negara akan mendapatkan penghematan sebesar Rp 8,5 triliun, dan tahun ini sebesar Rp 30 triliun.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Sasmito Hadi Wibowo, mengatakan bahwa kenaikan tarif dasar listrik (TDL) menyebabkan inflasi pada Mei 2014 sebesar 0,03.

“Dampaknya lumayan, karena kalau inflasi 0,1 persen saja terjadi pergerakan uang Rp10 triliun per hari,” paparnya, di Gedung Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (DJK) Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (27/6/2014).

Pada Mei 2014, bobot listrik naik dari 2,82 persen menjadi 2,98 persen. Selain inflasi, BPS juga memiliki asumsi dampak tidak langsung atau jangka panjang yang terjadi jika TDL resmi dinaikkan.

“Dampak tidak langsung dari kenaikan TDL, bisa jadi Kenaikan ongkos produksi, kalau ongkos naik efeknya pada harga jual produsen naik lalu berpengaruh pada harga beli yang naik dan ujung-ujungnya inflasi,” jelasnya.

Di samping itu, kemungkinan lain dampak dari kenaikan TDL adalah Pengurangan produksi. “Kalau produksi dikurangi tentu pengaruhnya ke supply , kemudian nanti demand akan lebih besar dari pada supply, ujungnya inflasi juga,” tukas dia. (lp6/ram)