Kenaikan Harga Minyak Goreng dan BBM Penyebab Penurunan NTP

Kenaikan Harga Minyak Goreng dan BBM Penyebab Penurunan NTP

Lahan pertanian di Surabaya. foto: dok/enciety.co

Penurunan NTP dan NTUP di beberapa sektor disebabkan peningkatan harga kebutuhan petani dan rumah tangga, seperti minyak goreng dan bahan bakar minyak (BBM), serta peningkatan biaya produksi pada beberapa komoditas.

Akan tetapi, penerimaan petani tetap baik karena permintaan tinggi untuk komoditas pangan dan pertanian terutama saat puasa dan Lebaran 2022.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri, Rabu (11/05/2022), menyampaikan terima kasih atas kerja keras petani, peternak dan semua pihak dalam mendorong sektor pertanian yang jauh lebih kuat dan mandiri.

Karena itu, Kuntoro mengajak masyarakat untuk menjaga momemtum ini agar pertanian dan kesejahteraan petani tetap tumbuh secara baik.

“Apalagi saat ini kita sedang menghadapi panen raya di seluruh daerah. Momemtum ini harus kita jaga bersama agar tidak terjadi penurunan harga hasil panen” ujarnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur menyebutkan, Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur bulan April 2022 turun 1,51 persen dari 101,55 menjadi 100,02.

Penurunan NTP ini disebabkan karena indeks harga yang diterima petani (It) turun sebesar 0,80 persen sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) naik sebesar 0,72 persen.

Dalam Berita Resmi Statistik Jawa Timur disebutkan, pada April 2022, tiga subsektor pertanian mengalami penurunan NTP, sedangkan dua sub sektor lain mengalami kenaikan.

Sub sektor yang mengalami penurunan NTP terbesar terjadi pada subsektor hortikultura sebesar 5,72 persen dari 103,60 menjadi 97,67, diikut sub sektor tanaman pangan sebesar 2,37 persen dari 101,40 menjadi 98,99, dan sub sektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,12 persen dari 100,65 menjadi 100,53.

Sebaliknya sub sektor yang mengalami kenaikan NTP terbesar adalah subsektor peternakan sebesar 1,72 persen dari 101,15 menjadi 102,89 diikut subsektor Perikanan sebesar 1,06 persen dari 103,07 menjadi 104,16.

Sebelumnya, NTP nasional sepanjang bulan April 2022 sebesar 108,46 atau turun 0,76 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,06 persen lebih rendah dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,83 persen.

NTP merupakan perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib). NTP adalah salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

Pada April 2022 terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,97 persen yang disebabkan oleh hampir seluruh kelompok pengeluaran.

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional April 2022 sebesar 108,64 atau turun 0,56 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya. (wh)