Kenaikan Daging Sapi Akibat Mekanisme Pasar

Kenaikan Daging Sapi Akibat Mekanisme Pasar
foto: arya wiraraja/enciety.co

Kenaikan harga daging sapi di pasar-pasar tradisional sangat meresahkan masyarakat yang akan mengonsumsi protein hewani ini.

Menurut Chairperson Enciety Business Consult Kresnayana Yahya,  kelangkaan daging sapi di Indonesia disebabkan oleh mekanisme pasar.

“Juga pemerintah sendiri, tahun ini daging sapi impor telah dibatasi untuk dapat masuk negara Indonesia,” ujar Kresnayana Yahya dalam acara Perspective Dialogue di Radio Suara Surabaya, Jumat (14/8/2015).

Apalagi, jelang Idul Adha ini, konsumsi daging sapi sendiri di Indonesia naik 30-40 persen dibanding hari biasa.

Kresnayana Yahya juga mengaku bila kini masyarakat juga melakukan perencanaan atau planing yang semakin bagus.

“Kini ada arisan kurban yang diadakan setahun lalu. Dan untuk pedagang sapi ngapain harus nimbun barang kalau harga jualnya daging sapi sedang bagus-bagusnya,” terang dosen statistik di ITS Surabaya ini.

Kresnayana sendiri mengaku mengetahui bila untuk daging sapi per 1 kilogramnya, seekor sapi membutuhkan 10 ribu liter air. Jadi para peternak harus ada mata air agar sapinya mempunyai nilai jual tinggi. “Kalau sekarang Jatim alami musim kering jadi itu beban tersendiri bagi peternak,” terusnya.

Direktur Jasa dan Niaga dari RPH Pegirian Ludfi Rahmad mengakui pasokan sapi di tahun ini agak kesulitan. Ia menduga bila sapi-sapi tersebut karena banyak yang ditandon. “Tetapi siapa saya gak mau menuduh,” kata Ludfi.(wh)