Kenaikan BBM Disambut Girang Investor Asing

 

Kenaikan BBM Disambut Girang Investor Asing

Para investor asing diprediksi akan bergembira jika pemerintah baru di bawah kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) benar-benar menaikkan harga BBM sebesar Rp 3.000 per liter pada November 2014.

Seperti yang dilansir di laman CNBC, Kamis (9/10/2014), subsidi BBM telah berkontribusi menjadi faktor menggelembungnya defisit transaksi berjalan. Sejauh ini defisit transaksi berjalan telah mencapai tiga persen dari produk domestik bruto (PDB) tahun ini.

Sementara subsidi BBM terhitung telah mencapai hampir seperlima dari anggaran belanja negara. “Ini merupakan kabar gembira mengingat subsidinya telah menjadi beban fiskal utama, yang mengurangi kepercayaan para investor menanamkan modalnya di Tanah Air,” ungkap Ekonom Senior Mizuho Bank Vishnu Varathan.

Dalam upaya mengendalikan kenaikan harga BBM, para analis dari Barclays dan UOB memprediksi Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya tahun ini. Maklum, dalam 12 bulan terakhir, BI tetap mempertahankan suku bunganya di level 7,5 persen.

“Tergantung pada waktu penyesuaian harga BBM, kami kini memprediksi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin. Pertama pada kuartal 1 setelah kenaikan harga BBM pada November, dan kemudian pada kuartal III-2015 setelah harganya kembali naik,” ungkap para ekonom di Barclays.  (lp6/ram)