Kemerdekaan Berkolaborasi

Kemerdekaan Berkolaborasi

Vincentius Surya Putra dan Agus Wahyudi

Tak ada yang merasa paling tenar. Apalagi merasa paling benar. Karena dengan begitu kami bisa banyak belajar. Menginsyafi pentingnya dialektika dengan kesantunan.

Tak pernah ada perdebatan soal SARA. Karena kami menghindari kesia-siaan. Jauh lebih baik  mengisi hari-hari dengan kerja nyata, berbagi terhadap sesama tanpa syak wasangka. .

Bagi saya, Vincent bukan hanya anak muda cerdas, tapi juga berbeda. Dia menatap semua persoalan dengan optimistis. Makanya, di banyak sesi kegiatan, ia tak berhenti memompa semangat pelaku usaha dengan mengoptimalkan yang ada. Tidak mengeluh dengan keadaan yang serba kurang.

Wawan Soto

Tak cuma itu, Vincent juga menerapkan highest quality untuk semua produk-produk yang dikerjakan bersama timnya. Hal itu memang harus dilakukan untuk menentukan dan meneguhkan segmentasi pasar.

Catatan saya, sudah ada 250-an produk UMK Pahlawan Ekonomi sudah ditata rupa dari target 2017 sebanyak 500 produk. Rata-rata, produk yang sudah di tata rupa nilainya naik 40-50 persen. Tak salah bila banyak pelaku usaha yang kaget ketika produknya bisa dijual di ritel modern dengan harga relatif tinggi.

Di Hari Kemerdekaan ke-72 ini, saya membayangkan banyak anak-anak muda lagi yang mampu berbuat untuk membantu sesama. Mereka yang bukan hanya bisa memekikkan kata merdeka, tapi mampu mewujudkan tiga kemerdekaan: merdeka dari kemiskinan, merdeka dari ketidakadilan, merdeka dari kebodohan. (*)

*Pemimpin redaksi encety.co