Kemensos Siapkan Pendampingan Korban ISIS

Kemensos Siapkan Pendampingan Korban ISIS
foto:cnsnews

Sebanyak 12 WNI yang diduga akan bergabung dengan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) terlah dipulangkan Mabes Polri Jakarta. Kini, Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan kesiapannya membantu memfasiltasi dan pendampingan korban ISIS.

Hal itu disampaikan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat ditemui wartawan dalam acara peresmian Klinik Pratama di Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari, Surabaya, Minggu (29/3/2015).

“Kami sudah siapkan tempat untuk merrehabilitasi bagi mereka yang telah diduga bergabung ke ISIS untuk dapat kembali ke masyarakat secara normal,” tegas Khofifah.

Ia membeberkan, saat dikunjungi, ke 12 yang telah diderpotasi ini sebagian besar adalah anak-anak dan beberapa orang ibu. Mereka kesemuanya sudah dengan kondisi yang telah diberi doktrin–doktrin oleh kelompok tersebut bahkan suami mereka sendiri.

“Mereka perlu mendapatkan penanganan khusus untuk memulihkan fisik dan psikis, terutama bagi anak-anak. Kami siap menjamin layanan kesehatan, konseling, hingga gizi sebelum mereka dikembalikan ke keluarga atau masyarakat,” ujar dia.

Seperti diberitakan, dari hasil wawancara tim gabungan antitetor Mabes Polri dengan 12 WNI yang dideportasi dari Turki terungkap bahwa salah satu cara efektif adalah mengajak keluarga terdekat untuk perekrutan anggota baru untuk diajak bergabung.

Kabagpenum Mabes Polri Kombespol Rikwanto, kemarin (27/3/2015) mengatakan dari hasil penyelidikan diketahui bila salah satu WNI yang bernama Ririn Andriani Sawir telah dicuci otak dan akan bergabung dengan ISIS karena suaminya AD telah bergabung lebih dahulu.

“AD atau sang suami sudah menunggu di sana untuk menjemput Ririn. Untungnya berhasil digagalkan,” katanya di Mabes Polri. (wh)