Kemenpera Biayai Pembelian Rumah untuk Warga Bergaji Minim

 

Kemenpera Biayai Pembelian Rumah untuk Warga Bergaji Minim

Tidak hanya menggelar Pameran Perumahan 2014, Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) juga menjamin pembiayaan pembelian rumah bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah.

Dikatakan Direktur Utama Pusat Pembiayaan Perumahaan (PPP) Kemenpera, Budi Hartono pihaknya telah bekerjasama dengan 9 bank umum nasional dan 15 bank pembangunan daerah (BPD).

“Program ini kami namai (KPR-FLPP) atau Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahaan. Nantinya masyarakat yang berpenghasilan rendah bisa membeli rumah dengan cara ini,” katanya.

Menurut Budi, melalui KPR FLPP masyarakat akan memiliki berbagai kemudahan dalam kepemilikan rumah sejahtera. Ini karena bunga yang ditawarkan cukup ringan, yakni 7,25 persen selama masa tenor hingga 20 tahun.

“Uang muka hingga angsurannya pun lebih rendah. Selain itu bebas dari biaya PPN dan bebas premi asuransi,” terangnya.

Lanjut Budi, dengan program KPR FLPP ini, dalam kurun waktu empat tahun saja, sedikitnya 309,9 ribu unit rumah telah terjual ke masyarakat kalangan menengah ke bawah. “Nilainya pun mencapai Rp 13,3 triliun,” bebernya.

Dengan cara seperti ini, menurut Budi pemerintah telah berhasil mendorong masyarakat untuk bisa memiliki kehidupan yang layak. Terlebih harga bangunan dan tanah di kawasan perkotaan saat ini kian melonjak.

“Akibatnya banyak masyarakat yang membeli rumah di pinggiran kota. Ini menjadikan masyarakat kurang produktif karena tempat kerja yang jauh dari rumah membutuhkan biaya yang mahal. Solusinya adalah membuatkan rumah susun,” ujarnya.(wh)