Kemenlu Amerika Undang Risma

Kemenlu Amerika  Undang Risma
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat mengunjungi stan Pahlawan Ekonomi Surabaya di Kaza City. umar alif/enciety.c

Perkembangan ekonomi dan pengelolahan Kota Surabaya yang kian pesat di Surabaya menarik perhatian Amerika Serikat (AS). Secara khusus, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) AS pun mengundang Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini agar berkunjung ke kediamannya.

“Waktu ketemu Konjen AS di Surabaya, beberapa waktu yang lalu, menyampaikan pada saya, bahwa secara khusus Kemenlu AS mengundang saya di kediamannya kalau saya singgah di Amerika,” beber Risma dalam Launching Pahlawan Ekonomi (PE) 2014 di Kaza City, Minggu (14/9/2014).

Risma sendiri belum mengetahui secara pasti kenapa Kemenlu AS sampai memintanya untuk berkunjung ke kantornya. Namun, Risma percaya bahwa ini terkait Surabaya yang sudah menjadi bahan pembicaraan di banyak negara lantaran pertumbuhannya.

“Saya nggak tahu kenapa. Padahal saya juga belum ada rencana ke Amerika. Namun ini pasti kaitannya dengan pertumbuhan Surabaya yang sangat cepat,” ujarnya.

Menurut wali kota perempuan pertama di Surabaya itu, AS sudah menjadi negara yang kesekian berminat untuk menjajaki pertumbuhan Surabaya. Sebelumnya sudah ada Argentina yang secara khusus mengundang Risma untuk melakukan kerjasama pengelolahan pelayanan publik.

“Ini membuktikan Surabaya telah menjadi wacana internasional. Padahal kuncinya adalah perubahan. Tahun ini tentu berbeda dengan tahun depan. Jadi kita harusnya mengikuti itu,” akunya.

Kalau tidak terus belajar, imbuh Risma, otomatis akan tertinggal. Terlebih potensi alam Surabaya awalnya sangat minim. Menurut dia, pihaknya hanya mengandalkan pengelolahan sumber daya manusia secara baik.

“Yang langgeng di dunia ini itu hanya perubahan itu sendiri. Hari ini akan berbeda dengan hari esok,” tuturnya.

Ini kemudian yang membuat Risma memperlakukan Surabaya dengan cara yang sama, yakni terus survive. “Tidak mungkin Kota Surabaya dikelola sama dengan tahun yang lalu. Kalau saya tidak survive, kota kita akan mati,” jelasnya.

“Dampaknya pun sangat buruk, yakni kebangkrutan sebuah kota. Dari catatan, saya pernah menemukan salah satu kota kecil di AS bahkan sampai ada yang bangkrut,” imbuh peraih ratusan penghargaan tersebut.

“Kota Troy di Amerika ini bangkrut dan ditutup. Kalau kita diam saja Surabaya juga bisa mati seperti kota di Amerika itu,” terangnya.

Menurut Risma, tidak ada gunanya Surabaya mengalami pertumbuhan yang pesat akan tetapi warganya tidak bisa menikmatinya. Karena itu, Risma berharap seiring berkembangnya Surabaya, warganya juga harus ikut maju.

“Kalau tidak, kota ini akan dinikmati orang lain. Saya tidak rela. Tidak ada yang tidak mungkin, semuanya bisa terjadi. Saya dulu juga tidak pernah membayangkan jadi Wali Kota Surabaya, jadi kalian juga pasti bisa untuk jadi pengusaha,” pungkas Risma. (wh)