Kemenlinghut Wacanakan 2018 Berlakukan BBM Uero 4

Kemenlinghut Wacanakan 2018 Berlakukan BBM Uero 4
Uji emisi kendaraan yang dilakukan Pemkot Surabaya bersama dengan Kemenlinghut di Balai Kota Surabaya, Selasa (4/11/2014).

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemenglinghut) mewacanakan pada 2018 mendatang akan diberlakukan Bahan Bakar Minyak Uero 4.

Itu diungkapkan oleh Kasubbid pemantauan dan Pengawasan Transportasi Darat Kemenlinghut, John H. P. Tambun bahwa kualitas bensin dan solar tidak layak untuk digunakan mobil baru berteknologi tinggi.

Menurut John, dari 14 hasil sampelnya yang diambil di seluruh kota metropolis di Indonesia ternyata kualitas bahan bakar tanpa timbal masih mengandung sedikitnya 200 CO2 (karbondioksida). Artinya jumlah emisi yang dikeluarkan oleh knalpot masih sangat tinggi.

“Kalau nanti telah disepakati bersama produsen mobil akan diberlakukan BBM Uero 4. Nanti kita sosialisasikan sejak 2016 hingga masa pemberlakuan pada 2018 mendatang,” katanya kepada awak media saat ditemui di Balai Kota Surabaya, Selasa (4/11/2014).

Dijelaskan oleh John, saat ini negara-negara tetangga seperti Thailand sudah memberlakukan BBM dengan yang dianggap dapat memaksimalkan kinerja mesin tersebut. “Kalau pakai Uero 4 kan nanti gas buang akan lebih kecil lagi. Co2 yang keluar tinggal 1,45 saja,” ujarnya.

Namun menurut John, pemberlakuan ini dikatakannya hanya untuk mobil baru saja yang masuk Indonesia. Sedangkan untuk mobil lama hanya bisa menggunakan BBM berkualitas Uero 2.

“Untuk premium dan solar otomatis tidak bisa digunakan. Yang bisa digunakan sementara ini hanya pertamax plus dan dex. jadi misalnya nanti kalau mesinnya sudah bagus tapi BBM-nya masih jelek kan mobil bisa saja mogok dan emisi gas buangnya masih tinggi,” terangnya.

Menurut John saat ini, jumlah kendaraan di Indonesia mencapai 40 juta unit dengan rata-rata emisi gas buang 200 hingga 2000 CO2. Ini berakibat fatal pada pencemaran udara terutama di kota-kota Metropolis seperti Jakarta dan Surabaya.

“Sedangkan kendaraan baru yang masuk Indonesia mencapai 1 juta unit. Kalau nanti sudah diberlakukan Uero 4 maka harus disiapkan kilang khusus untuk BBM tersebut, karena kita belum punya itu,” bebernya. (wh)