Kemenkumham Data Napi Penerima Remisi Lebaran

 

Kemenkumham Data Napi Penerima Remisi Lebaran

Departemen Kemenkumham Jatim menyiapkan pendataan kepada para narapidana yang berhak mendapat remisi lebaran.  Kepala Bidang Registrasi, Perawatan, dan Bina Khusus Narkotika Kemenkumham Jatim, John Sutikno ditemui di kantornya, Rabu (25/6) mengatakan, di wilayah Jawa Timur tercatat sekurangnya 15.323 narapidana yang tersebar di 24 lembaga pemasyarakatan (lapas) dan 13 rumah tahanan (rutan).

Ia menjelaskan, berdasarkan catatan yang ada, terdapat 9.426 orang napi dewasa laki-laki, 499 orang napi dewasa perempuan, 237 orang napi anak-anak laki-laki dan 5 orang napi anak-anak perempuan. “Pemberian remisi atau PB kepada para narapidana tersebut sudah sesuai pasal 1 ayat 6 peraturan pemerintah (PP) No 32 tahun 1999. Dan saat ini menjelang Ramadan kami sedang melakukan pendataan untuk pemberian remisi terkait Idul Fitri tahun ini,” paparnya.

Pemberian remisi serta pengurangan masa tahanan, mengharuskan para warga binaan memenuhi sejumlah persyaratan diantaranya adalah wajib berkelakuan baik serta telah menjalani masa pidana lebih dari 6 bulan.
“Sedangkan untuk narapidana terorisme, narkotika, dan psikotropika, korupsi, kejahatan yang berhubungan dengan keamanan negara, narapidana harus memenuhi syarat diantaranya berkelakuan baik dan sudah menjalani 1/3 masa pidananya,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain dilakukan pada hari besar keagamaan, pelaksanaan pemberian remisi juga diberikan pada hari kemerdekaan. Tujuan pemberian remisi, agar narapidana termotivasi untuk berbuat baik, bertingkah laku positif selama menjalani masa hukumannya dan juga memberikan kesempatan pada narapidana agar bisa melakukan interaksi dengan masyarakat yang ada di luar.

Selain itu, tambahan remisi dapat diberikan kepada narapidana jika narapidana tersebut berbuat jasa kepada negara. “Narapidana tersebut juga melakukan perbuatan yang bermanfaat bagi negara atau kemanusiaan seperti menghasilkan karya ilmiah ikut menanggulangi bencana alam, mencegah pelarian narapidana/tahanan dan menjadi donor organ atau donor darah,” ujarnya. (ram)