Kemenhub Alokasikan PSO untuk PT KAI Rp 1,5 Triliun

 

Kemenhub Alokasikan PSO untuk PT KAI Rp 1,5 Triliun

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada 2015 mengalokasikan Public Service Obligation (PSO) untuk PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebesar Rp 1,5 triliun. Jumlah ini lebih besar 25 persen dibandingkan tahun 2014 yang hanya Rp 1,2 triliun.

 “Tambahan alokasi Rp 300 miliar tersebut sebagai antisipasi kemungkinan terjadinya kenaikan bahan bakar minyak yang akan dilakukan pemerintahan baru, Joko Widodo-Jusuf Kala,” kata Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko kepada wartawan, di sela-sela pengumuman kenaikan tarif kereta api Commuter Line, Senin (6/10/2014)

Sebagaimana disampaikan oleh penasihat Tim Transisi Luhut Binsar Panjaitan, begitu dilantik sebagai Presiden, Joko Widodo akan menaikan tarif BBM premium sekitar Rp 3000 per liter atau naik menjadi Rp 9.500 per liter.

Selain mengantisipasi kenaikan harga bahan bakar minyak, tambahan PSO ini juga pertimbangan kemungkinan naiknya jumlah penumpang Commuter Line Jabdetabek dan kereta perkotaan. Untuk diketahui saat ini PT Kereta Commuter Jakarta sebagai operator commuter line di Jabodetabek telah mendatangkan sebanyak 106 dari 176 unit KRL dari Jepang. Tahun 2015 juga sudah ditandatangani kontrak untuk mendatangkan 120 unit KRL lagi.

Direktur Lalu Lintas Kerta Api Ditjen Perkeretaapian Hanggoro menjelaskan, dari jumlah PSO yang diberikan oleh pemerintah, sekitar 70 persen terserap oleh Commuter Line dan kereta api perkotaan. Sisanya, 30 persen untuk mensubsidi kereta api jarak sedang dan jarak jauh. Karena subsidi untuk kereta api jarak sedang dan jarak jauh hingga tahun depan masih mendapat alokasi sekitar 30 persen.

“Masih. Kereta ekonomi jarak sedang dan jarak jauh masih akan mendapat subsidi. Oleh karenanya PSO untuk kereta api jarak sedang dan jarak jauh masih kita masukkan dalam PSO 2015,” terang Hermanto, seraya menambahkan wacana penghapusan PSO kereta api kelas ini akan dilakukan secara bertahap.

PSO KRL Naik

Pada medio Oktober sampai Desember 2014 ini, pemerintah memberikan tambahan PSO untuk KCJ sebesar Rp 2000/penumpang. Dengan adanya tambahan PSO ini, karcis yang dibeli oleh penumpang tidak mengalami kenaikan .

Direktur PT KCJ Tri Handoyo menyampaikan sejumlah alasan perlunya dilakukan kenaikan karena pihaknya telah melakukan sejumlah peningkatan pelayanan seperti penambahan gate dari 338 gate pada tahun 2013 menjadi 488 ditahun 2014. Juga dilakukan pengembangan e-tiketing seperti kartu multi trip, e-money BCA, BRI, Mandiri dan BNI.

Juga telah diakukan penambahan armada baru, normalisasi AC, perpanjangan peron, renovasi toilet dan mushola serta penaambaha instalasi cucian dan deck perawatan AC KRL di Dipo Bogor, Depok, Bekasi dan Bukit Duri. Belum lagi pembangunan dan perbaikan stasiun di lintas Jabodetabek.

Peningkatan fasilitas pelayanan kepada penumpang tersebut, lanjut Tri Handoyo berpengaruh terhadap Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2014 sehingga terjadi peningkatan besaran biaya operasi perjalanan KRL. (wh)