Kemendag Tarik Peredaran Lima Merek Ponsel Tak Berijin

China Bangun Trotoar Khusus Pengguna Ponsel
Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menarik produk ponsel dari lima merek yang beredar di Tanah Air. Produk handphone yang ditarik tersebut semuanya tidak mentaati aturan dari Kementerian Perdagangan misalnya tanpa menggunakan label dan petunjuk dalam bahasa Indonesia.

Direktor Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen (SPK) Kementerian Perdagangan, Widodo mengatakan, ponsel ditarik oleh kementerian tersebut merupakan barang impor dari produsen yang tidak banyak dikenal. “Ada beberapa barang yang masuk tidak sesuai ketentuan, misal handphone, diperdagangkan di pasar tidak menggunakan bahasa Indonesia, namanya aneh-aneh, jarang terdengar mereknya,” ujarnya di Auditorium RRI, Minggu (15/3/2015).

Menurut Widodo, dijualnya produk-produk ponsel tersebut bisa merugikan konsumen. Pasalnya, tanpa adanya petunjuk dalam bahasa Indonesia membuat konsumen sulit memahaminya. Dengan adanya temuan ini, Kementerian Perdagangan mengimbau kepada masyarakat untuk tidak lagi membeli produk handphone dengan merek yang tidak banyak dikenal serta tidak dilengkapi petunjuk menggunakan bahasa Indonesia.

Selain itu, Widodo juga mengingatkan agar masyarakat untuk tidak membeli produk ponsel dengan garansi yang hanya berasal dari toko. Menurutnya garansi yang memenuhi standar adalah garandi yang berasal dari produsen atau importir langsung dan berlaku nasional. “Kalau yang dijual hanya dijamin di toko, garansinya dari toko jangan dibeli, karena itu pasti barang rekondisi, beli handphone yang garansi diberikan oleh importir atau produsen paling tidak bisa berlaku di 6 kota,” tandasnya. (lp6)