Kembar Siam Ponorogo Berhasil Dipisah

 

Kembar Siam Ponorogo Berhasil Dipisah
Kembar siam asal Pnorogo berhasil dipisah di RSUD Dr Soetomo. avit hidayat/enciety.co

Tim Pusat Penanganan Kembar Siam Terpadu (PPKST) RSUD Dr Soetomo Surabaya berhasil memisahkan kembar siam asal Ponorogo, Aldi Wahyu Pratama dan Aldo Wahyu Pratama Rabu (20/8/2014).

“Alhamdulillah, kami berhasil melakukan operasi pemisahan selama 45 menit. Itu karena situasi emergency, jadi kami melakukannya dengan singkat demi menyelamatkan jiwa pasien,” terang Ketua Tim PPKST RSUD Dr Soetomo Surabaya, dr Agus Harianto.

Diceritakan oleh Agus, persiapan operasi dilakukan sejak pukul 08.00 WIB. Pada proses tersebut dilakukan stabilitas kondisi bayi, dimulai dengan menghangatkan bayi dan stabilitasi keadaan jantung. “Semua penanganan pasien kembar siam memang sulit, tapi kali ini lebih sulit,” bebernya.

Baru pada pukul 11.13 tim PPKST yang dipimpin oleh dr. Poerwadi tersebt memulai pemisahan di ruang operasi Gedung Pusat Bedah Terpadu (GPBT) RSUD Dr Soetomo Surabaya. “Setelah melakukan pemisahan selama 45 menit. Dilanjutkan dengan operasi penutupan luka kedua bayi selama satu jam,” terang dr. Poerwadi kepada awak media.

Lanjut Poerwadi, tidak lama kemudian Aldi dipindah ke ruang 607 dan Aldo dipindah ke ruang 609 kamar operasi. “Kami belum bisa memprediksikan kapan operasi bisa selesai dilakukan,” katanya.

Sementara itu, sambung Agus menambahkan operasi yang dilakukan timnya kali ini lebih sulit dibanding dengan saat operasi kembar siam Nurul dan Rahma. “Selainan kelainan jantung, operasi terasa sulit lantaran terjadinya penyatuan liver,” tambahnya.

Sampai saat ini, Tim PPKST masih berjuang melakukan operasi penutupan kulit. “Sampai saat ini kami masih melakukan penutupan kulit,” tutur dia. (wh)