Kembangkan Usaha, PGN Siapkan 7,5 T

 

Kembangkan Usaha, PGN Siapkan 7,5 T

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) membelanjakan Rp 7,5 triliun untuk sejumlah investasi pengembangan usaha perseroan ke depan. Total belanja modal yang telah dibelanjakan itu mencapai 50 persen dari total capex yang disiapkan tahun ini yang mencapai Rp 15 triliun.

Total capex yang disiapkan tahun 2014 tersebut naik drastis 733 persen dari belanja modal tahun 2013 yang hanya mencapai Rp 1,7 triliun. “Total capex yang telah digunakan sebesar Rp 7,5 triliun. Kita manfaatkan capex sesuai dengan yang telah direncanakan,” kata Direktur Keuangan PGAS, Riza Pahlevi Tabrani, kepada pers di kantornya di Jakarta, kemarin (3/7).

Beberapa rencana investasi telah disiapkan PGN untuk pengembangan usahanya tahun ini. Di antaranya pembangunan distribusi dan transmisi pipa, peningkatan kepemilikan saham di anak usaha, serta pengembangan jaringan untuk kilang liquified natural gas (LNG) floating storage regasification unit (FSRU) di Lampung.

Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko PGN Wahid Sutopo menambahkan, perseroan sepanjang tahun ini telah mengembangkan jaringan distribusi pipa gas di sejumlah wilayah. Total investasi untuk pengembangan jaringan pipa gas itu antara USD 300 juta hingga USD 500 juta. “Tapi tentu pemanfaatannya akan kita lihat sesuai kemajuan pengembangan,” ujarnya.

Menurut Wahid, PGN tengah fokus menyusun rencana untuk kembali mengembangkan jaringan pipa gas di beberapa wilayah di Indonesia. Untuk pengembangan pipa distribusi di Jawa Tengah, diawali dengan pembangunan pipa yang menghubungkan Takodang dan Tambak Lorok.

”Kami berharap ada dukungan semua pihak untuk mendukung kelancaran usaha ini. Dari sisi pemerintah daerah, banyak support baik di Lampung, Jawa Tengah, dan Jawa Timur,” ungkap Wahid.

Guna memenuhi pasokan gas ke depan, perseroan juga ikut berpartisipasi di blok Shale Gas Fasken, Houston, Texas, Amerika Serikat (AS) dengan mengakuisisi sebanyak 36 persen saham senilai USD 175 juta atau setara Rp 2,08 triliun (kurs Rp 11.900). “Memang kita ada kesepakatan untuk melakukan partisipasi di blok Shale Gas Texas yang sekarang menjadi perhatian di Amerika,” kata Wahid.

Menurut dia, pengembangan dan pengoperasian shale gas saat ini memang menjadi perhatian di Amerika Serikat. Ia berharap dengan dilakukan akuisisi dapat menambah pengetahuan untuk pengembangan shale gas di Indonesia. “Kita harap bisa memeroleh pengetahuan dan dapat mentransfer ilmu dari akuisisi ini agar dapat diterapkan di tanah air,” tukasnya. (wh)