Kembangkan Planet 21, Novotel Hemat Listrik 23 Persen

Kembangkan Planet 21, Novotel Hemat Listrik 23 Persen
Novotel Surabaya yang menerapkan konsep Green Building dengan mengandalkan program Planet 21.

Butuh kontribusi besar untuk menghijaukan wajah kota Surabaya. Salah satunya dengan konsep bangunan hijau (green building). Konsep tersebut, kurun waktu terakhir, semakin banyak diimplementasikan daerah-daerah di Indonesia. Tak terkecuali pelaku industri properti di Surabaya membangun hotel maupun apartemen bernuansa hijau. Berbagai upaya kreatif pun dilakukan. Di antaranya dengan meminimalkan penggunaan energi, mengurangi dampak lingkungan, dan meningkatkan kualitas udara ruangan agar lebih sehat.

Hotel Novotel Surabaya, misalnya. Meski usianya sudah mencapai 18 tahun, hotel berlokasi di Jalan Raya Ngagel, Surabaya ini tidak ingin tertinggal dengan konsep gedung-gedung pencakar langit yang baru didirikan dengan merujuk konsep green building.

Ini dapat dilihat dengan perjuangan Novotel Surabaya mengembangkan konsep Planet 21-nya. Kamar tersebut berada di koridor sebelah kanan Hotel Novotel. Kamar bernomor 121 menjadi ikon bagi pengembangan konsep green building di Novotel Surabaya.

Kepala Enginering Novotel Surabaya, Novendra (kiri) dan Teguh Widodo selaku Asisten House Keeping Novotel Surabaya saat memaparkan konsep Planet 21.
Kepala Enginering Novotel Surabaya, Novendra (kiri) dan Teguh Widodo, Asisten House Keeping Novotel Surabaya saat memaparkan konsep Planet 21.

Sepintas, kamarnya terlihat biasa saja dan sama dengan kamar-kamar lain. Namun Planet 21 punya ciri khas tersendiri. Salah satunya dengan melibatkan tamu hotel untuk tetap menjaga lingkungan di sekitar.

Kepala Enginering Novotel Surabaya, Novendra menjelaskan konsep kamar Planet 21 ini telah lama dilakukannya sebagai komitmen Accor Group (induk perusahaan Novotel Surabaya) untuk mendukung pengembangan berkelanjutan. Di antaranya baik secara kesehatan, alam, karbon, inovasi, pengembangan lokal, lapangan kerja, dan dialog kepada masyarakat.

“Ini sudah diterapkan di 215 kamar milik kami. Sedangkan planet 21 ini adalah ikon dan percontohan bahwa kami benar-benar mendukung adanya konsep green building,” bebernya saat ditemui enciety.co, pekan lalu.

Pada kamar 121 Planet 21 itu, tamu dapat berinteraksi langsung untuk terlibat dalam kepedulian lingkungan. Satu di antaranya, menyarankan tamu hotel untuk tetap menggunakan handuk yang sudah dipakai.

“Pada awal program ini berjalan, banyak tamu yang komplain, Mas. Mereka bilang kalau handuk yang sudah dipakai harus dicuci kembali. Ternyata mereka belum sadar akan dampak lingkungan. Karena dengan sering mencuci, akan semakin banyak air yang terbuang dan banyak limbah,” ujarnya.

Kata Novendra, pihak Novotel selalu memberi yang rasional. Jika konsep Planet 21 ini adalah melakukan minimalisasi penggunaan energi. Bahkan, manajemen Novotel menyelipkan pesan tertulis di bagian pintu kamar mandi dan gantungan handuk, isinya menyebutkan kalau tamu tidak mencuci handuk sama halnya dengan menanam satu pohon.

Menurut Novendra, penjelasan itu, banyak tamu hotel yang semakin sadar untuk turut peduli dengan lingkungan. “Kami juga harus mengedukasi masyarakat agar sadar akan dampak penggunaan energi yang berlebihan. Sekarang banyak tamu hotel kami yang sudah peduli, dengan cara meminta cuci handuk yang sudah benar-benar kotor, dan tidak banyak menggunakan energi listrik,” katanya.

Setelah konsep membangun mental masyarakat untuk peduli dengan lingkungan ini, pihak Novotel meraup hasil yang cukup siginifikan. Yang utama menekan penggunaan listrik hingga mencapai 23 persen.

“Sekarang total pengeluaran kita untuk energi listrik turun menjadi Rp 240 juta per bulannya,” ungkat Novendra.

Bukan cuma itu saja, dari hasil mengedukasi tamunya, Novotel juga menekan penggunaan lampu. Di antaranya dengan menerapkan sistem timer lampu dari jam 18.00 hingga 21.00 saja. Selebihnya lampu akan dikurangi dayanya hingga 50 persen.

“Selain itu kami juga menerapkan lampu LED yang terkoneksi dengan timer pendingin ruangan. Konsep ini sudah lama kami terapkan. Namun kalau ada tamu atau acara saat malam kami tetap menggunakan lampu dan pendingin ruangan seperti biasa,” akunya.

Sementara itu, Teguh Widodo selaku Asisten House Keeping Novotel Surabaya, menambahkan bahwa konsep green building ini ternyata diterima dengan baik oleh masyarakat. Ini karena secara kesehatan, kamar Planet 21 telah memenuhi 89 persen menggunakan produk berlabel lingkungan.

“Kami selama ini juga tidak menggunakan air dari dalam tanah. Semuanya air kami datangkan dari PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Surabaya. Dan kami daur ulang agar limbah air bisa berbaur dengan air sungai dan langsung mengalirkan air hujan ke sungai,” jelasnya.

Hotel seluas 2,4 hektar itu juga dipenuhi dengan banyak jenis flora dan fauna. Di antaranya lahan seluas 1 hektar digunakan untuk taman yang berfungsi untuk mencegah pancaran langsung matahari ke dalam ruang kamar.

“Ini karena semua kamar hotel kami ada balkonnya, dan udara dari luar bisa langsung masuk ke dalam ruangan. Pencahayaan saat siang hari juga cukup dengan sinar matahari yang tertutup pepohanan di taman kami,” ujarnya.

Ditambahkan Novendra, konsep green building ini tidak berhenti sampai di sini saja. Ke depan, pihaknya akan menggenjot pembangunan infrastruktur dengan konsep green building dan tetap membuat pengunjung nyaman bahkan ikut terlibat aktif. Di antaranya dengan mencanangkan taman satwa dan mengajak tamu hotel untuk melakukan penanaman pohon secara berkala. (bersambung/wh)