Kembangkan Pergudangan, Fortune Mate Siapkan Capex Rp 50 M

Kembangkan Pergudangan, Fortune Mate Siapkan Capex Rp 50 M
foto: ippstatic.com

Kehadiran pelabuhan internasional Terminal Teluk Lamong berimbas positif terhadap pasar properti khususnya pergudangan. Peluang ini yang ditangkap PT Fortune Mate Indonesia Tbk dengan mengembangkan kawasan pergudangan seluas 50 hektare di sekitar Teluk Lamong.

Direktur PT Fortune Mate Indonesia Tbk, Aprianto Soesanto mengatakan, pihaknya menyambut baik kehadiran Pelabuhan Teluk Lamong. Pasalnya, kebutuhan ruang pergudangan di sana menjadi semakin tinggi, terutama untuk kegiatan bisnis komoditi dan bahan bangunan antarpulau.

Hal ini yang mendorong perseroan untuk semakin fokus mengembangka kawasan pergudangan di sana. Saat ini sudah disiapkan lahan seluas 50 hektare yang akan dikembangkan bertahap untuk pergudangan. Tahap satu sudah dilepas dengan harga Rp 3,5 miliar per unit dan semuanya langsung sold out.

“Tahun ini, kami anggarkan dana belanja modal (capex) sebesar Rp 50 miliar. Dana tersebut selain kami gunakan untuk mengembangkan pergudangan sebesar Rp 20 miliar, juga untuk menambah landbank serta mengembangkan landed house di Surabaya Barat,” terang Aprianto Soesanto di kantornya, kemarin.

Diakui dia, melihat potensi pasar pergudangan yang cukup besar, maka pihaknya semakin fokus mengembangkan kawasan pergudangan. Tahap satu dikembangkan sebanyak 54 unit dan sudah habis terjual. Sekarang mulai dikembangkan lagi pada tahap kedua sebanyak 60-an unit.

Dia sangat yakin sisa unit akan terjual dengan cepat. Pasalnya, lokasi yang strategis dan dekat dengan pelabuhan Teluk Lamong dan akses ke jalan tol Gresik sangat mendukung keberadaan kawasan pergudangan. Sehingga, pasar akan memberikan respons positif.

“Kami sengaja tidak mengobral unit agar tercapai harga yang terbaik. Namun demikian, kami yakin sisa unit akan habis pada tahun ini,” tambahnya.

Terkait kinerja perseroan, Aprianto mengaku jika penjualan pada tahun lalu menurun sebesar 12,29 persen dengan nilai Rp 44,49 miliar. Namun, emiten berkode FMII ini berhasil mencetak laba sebesar Rp 2,5 miliar. Tahun ini, pihaknya mematok target pertumbuhan sekitar 30 persen dengan nilai Rp 60 miliar.

“Kami yakin akan tercapai. Kontribusi terbesar masih kami harapkan dari pergudangan sebesar Rp 40 miliar dan sisanya Rp 20 miliar dari housing. Kami juga akan terus menambah landbank dari existing sekarang sebanyak 164 hektare,” tandas Aprianto. (wh)